Jumat, 10 Apr 2020

Pemkab Tobasa Imbau PNS Tak Gunakan LPG Bersubsidi

admin Selasa, 04 Desember 2018 18:50 WIB
Tobasa (SIB)- Pemerintah Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) mengimbau Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungannya supaya menggunakan elpiji (LPG) non subsidi. Elpiji 3 kg bersubsidi hanya untuk masyarakat miskin dan Usaha Kecil Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Hal ini diutarakan Plt.Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tobasa Harapan Napitupulu kepada SIB di Porsea, Senin (3/12). Katanya, semenjak tawal tahun 2017, PNS yang bekerja di lingkungan Pemkab Tobasa sudah diimbau untuk tidak menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi.

Imbauan tersebut disampaikan Sekda Tobasa melalui surat resmi kepada PNS di setiap kecamatan dan pada setiap pertemuan. Walapun katanya, masih banyak PNS di lingkungan Pemkab Tobasa yang ekonominya cukup rendah.

"Sejak saya menjabat Plt.Sekda Pemkab Tobasa, saya sudah imbau PNS di lingkungan Pemkab Tobasa, agar tidak menggunakan elpiji 3 kg bersubsidi. Imbauan ini juga kita lakukan satu kali dalam tiga bulan," terangnya.

HET LPG 3 Kg Di Tobasa Terlalu Rendah
Plt.Sekda Pemkab Tobasa mengakui Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 Kg Rp16 ribu, masih terlalu rendah jika dibandingkan dengan beberapa kabupaten/kota tetangga. Rendahnya HET tersebut mengakibatkan oknum pengecer menjual elpiji 3 kg bersubsidi ke luar daerah Kabupaten Tobasa.

Rendahnya HET elpiji 3 kg di wilayah Kabupaten Tobasa akan ditinjau kembali. Hal ini guna mengantisipasi elpiji 3 kg tidak dijual ke luar daerah Kabupaten Tobasa. Perbedaan HET elpiji 3 kg dengan kabupaten lain bisa mencapai Rp3 ribu.

Beberapa waktu yang lalu, Pemkab Tobasa juga  menerima pengaduan dari masyarakat, bahwa elpiji 3 kg dijual ke daerah lain. Pengiriman elpiji 3 kg dilakukan oleh oknum pengecer melalui dermaga-dermaga yang ada di Kabupaten Tobasa.

"Setelah kita cek ke lapangan, elpiji 3 kg yang dikhususkan untuk masyarakat Tobasa, dijual ke Kabupaten Samosir dan Tapanuli Utara (Taput) di sekitar daerah Muara. ini akibat HET di daerah itu lebih mahal dari Kabupaten Tobasa," terang Sekda.

Langkanya elpiji 3 kg di Kabupaten Tobasa, kata Sekda sudah beberapa kali dikeluhkan masyarakat. Untuk mengantisipasi kelangkaan elpiji 3 kg menjelang Natal dan tahun baru 2019, Pemkab Tobasa menambah kuota dan melakukan operasi pasar. (BR8/Dik-JN/q)
Editor: admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments