Minggu, 17 Nov 2019

Pemkab Pakpak Bharat Ajak Warga Kurang Mampu Daftar di BPJS

Senin, 10 Februari 2014 16:49 WIB
SIB/int
Pakpak Bharat ( SIB)- Bagi masyarakat di Kabupaten Pakpak Bharat, khususnya warga kurang mampu/miskin yang belum terdata sebagai peserta Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), diharapkan segera mendaftarkan diri sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan maupun  Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD Kebupaten Pakpak Bharat,  kepada Kepala Desa maupun bidan desa setempat dengan membawa fotocopy KTP dan KK sebanyak dua lembar, sementara masyarakat kalangan menengah ke atas dapat mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Kesehatan Mandiri ke kantor BPJS di RSUD Salak.

Ajakan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pakpak Bharat, melalui Kepala Seksi (Kasi) Jamkesmas Elisabeth I Banjarnahor, SST  kepada wartawan di Kantor Dinkes Komplek Panorama Indah Sindeka, Jumat (7/2/2014) .

Dikatakan, untuk menjadi peserta BPJS Mandiri,  peserta dapat mendaftarkan diri ke petugas BPJS Kesehatan Mandiri di RSUD Salak dengan membawa fotocopy KTP, Kartu Keluarga (KK) dan pasfoto masing-masing 1 lembar.

Elisabeth mengatakan, bagi masyarakat peserta BPJS Mandiri bisa memilih besaran angsuran sesuai kelas yang ditentukan misalnya, untuk kelas I angsuran sebesar Rp.59.500 per bulan, kelas II Rp.42.500 per bulan dan kelas III Rp.25.500 per bulan.

Sedangkan warga kurang mampu yang sudah terkoneksi peserta Jamkesmas  otomatis sudah dibiayai pemerintah pusat melalui dana APBN  kata Elisabeth.

Dia menyebutkan, sosialisasi kesehatan BPJS Kesehatan memang sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan maupun petugas Puskesmas, tetapi katanya, untuk pendaftaran Mandiri tidak bisa dilakukan di Puskesmas karena belum terkoneksi internet, sehingga warga yang berminat sebagai peserta BPJS Kesehatan Mandiri harus langsung ke kantor BPJS di RSUD Salak.

Lebih jauh dikatakan, hingga saat ini jumlah warga kurang mampu peserta Jamkesmas di Kabupaten Pakpak Bharat sebanyak  23.243 jiwa, sedangkan peserta Jamkesda  untuk tahun 2014 pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat telah berkomitmen mengintegritaskan Jamkesda "Njuah Karina" menjadi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sebagai peserta BJPS Kesehatan penerima bantuan iuran (PBI), yang telah tertuang dalam bentuk penandatanganan perjanjian kerjasama penyelenggaraan jaminan kesehatan antara BPJS Kesehatan cabang Kabanjahe dengan Kabupaten Pakpak Bharat.

Dana BPJS Kesehatan PBI Pakpak Bharat bersumber dari APBD dengan jumlah peserta 12.000 jiwa dengan biaya iuran sebesar Rp. 19.225 per jiwa per bulannya. Sementara jumlah peserta BPJS Mandiri yang telah mendaftarkan belum diketahui secara pasti oleh Dinas Kesehatan Pakpak Bharat karena belum menerima laporan dari BPJS Kesehatan, sebutnya. (B7/d)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments