Minggu, 05 Apr 2020

Pemerhati dari LP3D Taput : Pekerjaan Dana Desa di Desa Setia Dinilai Kurang Berkualitas

Selasa, 18 Februari 2020 16:12 WIB
Foto: SIB/Dok

RETAK : Saluran drainase yang dikerjakan dari sumber Dana Desa Tahun 2019 di Desa Setia Kecamatan Pahae Jae Kabupaten Taput sudah beretakan 

Taput (SIB)
Proyek infrastruktur desa di Desa Setia Kecamatan Pahae Jae Kabupaten Tapanuli Utara dinilai kurang berkualitas hasilnya. Pasalnya, jalan rabat beton, saluran drainase dan irigasi yang selesai dikerjakan di akhir tahun 2019 sudah ada yang mulai rusak. Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Lembaga Pemantau dan Pemerhati Pembangunan Daerah (LP3D) Kabupaten Tapanuli Utara, Patar Lumbangaol kepada SIB, Senin (17/2).

"Kita yang sudah turun ke lapangan, Jumat (14/2), jalan rabat beton di Dusun Sirihitrihit sudah ada berlobang dan retak. Kemudian saluran drainase sudah ada yang retak. Kita lihat juga susunan batu dinding dranise yang tidak diplaster terlihat berlobang. Itu terlihat jelas bahwa adukan semen untuk menyusun batu kualitasnya kita duga tidak sesuai. Kemudian di saluran drainase itu terlihat kering dan tidak berjalan air, " terangnya.

Patar juga menilai, proyek dana desa diduga kurang pengawasan. Kalau ketat pengawasan, infranstruktur itu tidak mungkin secepat itu retak.

"Tiga paket pekerjaan infrastruktur desa di Desa Setia yang menelan biaya ratusan juta itu ketahanan dan kualitasnya diduga diragukan, " ujarnya.

Patar juga menyatakan, untuk item pekerjaan jalan rabat beton, coran atau plasteran lantai rabat beton sudah ada yang berlobang. Kemudian pinggiran jalan sudah ada yang bersompelan. Selain itu juga, material baru splitnya sudah mulai terlihat jelas akibat gerusan air hujan. Penyebabnya diduga campuran pasir dan semen tidak sebanding, sehingga ketika hujan turun ketahanan plasteran lantai murah terkikis hujan.

"Kemudian saluran drainase, diduga tidak berfungsi karena terlihat kering. Begitunya dinding salurannya sudah ada yang retak. Begitu kita amati dari samping luar, coran semen dipemasangan batu ada yang tidak padat. Terlihat lobang atau celah di susunan batu yang telah dicor, "terangnya.

Patar mengungkapkan, menjadi suatu pertanyaan kenapa infrastruktur desa itu begitu cepat rusak.
Terkait kondisi itu, Kepala Desa Setia Saipul Pakpahan yang dikonfirmasi via telepon selulernya mengatakan, kerusakan itu diakibatkan hujan. Sebab saat pengerjaannya sedang turun hujan. Kalau kualitasnya bisa diuji.

" Kalau saluran drainase itu ada retak diakibatkan karena posisi dengan tumbuhan pohon kelapa. Plasteran mungkin retak akibat hantaman buah kelapa yang jatuh, " ujarnya. (G02/c)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments