Sabtu, 25 Mei 2019

Pemerhati Pendidikan Budi Syah Minta Disdik Langkat Tidak Salahgunakan Dana BOS

admin Kamis, 16 Mei 2019 13:21 WIB
Langkat (SIB) -Pemerhati pendidikan minta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat segera mengambil langkah tegas guna menghentikan korupsi penyelewengan dana bantuan operasional sekolah (BOS).

Kepala Dinas Pendidikan silih berganti, diharapkan mampu meningkatkan kwalitas dewan guru sehingga dana BOS tidak lagi disalahgunakan, namun sejauh ini, kasus yang sama masih saja terjadi, ujar Budi Syah, pemerhati pendidikan kepada SIB di Pangkalan Brandan, Rabu (15/5).

Prihatin lanjutnya, kasus korupsi seakan tak pernah berhenti di jajaran Pendidikan Langkat. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, sudah tiga Kepala Dinas Pendidikan Langkat, termasuk sejumlah stafnya yang masuk penjara karena terlibat kasus korupsi. Ketiganya, A, Sam dan SS, ucapnya.

Oktober tahun 2017 lalu, SS bersama sejumlah Kepsek SMP merangkap Kordinator Wilayah diantranya Suk, RB, diamankan Tim penyidik Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut, terkait kasus penyalahgunaan dana BOS.

Dalam kasus ini, SS terpaksa mendekam di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain menjalani hukuman penjara, ia juga diberhentikan secara tidak hormat dari ASN (Aparatur Sipil Negara).

Kali ini Ditreskrim Polda Sumut melakukan OTT terhadap 16 Kepsek SD Negeri di Kecamatan Gebang, terkait dugaan korupsi pengutipan dana BOS, tiga orang di antaranya telah dijadikan sebagai tersangka yakni NB selaku Ketua kelompok kerja kepala sekolah (K3S), Sekretaris K3S, Bak dan AP selaku Bendahara K3S, ujarnya.

Sementara itu kata dia, 13 kepala sekolah sudah dipulangkan dan statusnya masih sebagai saksi. Namun, tidak tertutup kemungkinan, penyidik akan memanggil pihak lain yang diduga terlibat untuk dimintai keterangannya.

Menurut dia, penyelewengan dana BOS, yang dilakukan K3S tidak hanya merugikan keuangan negara, tapi juga "merampas" hak-hak peserta didik di masing-masing sekolah, dimana dana bantuan operasional sekolah sudah berkurang akibat dikorupsi, ungkapnya.

Terpisah, Kadis Pendidikan Langkat Dr Syaiful Abdi yang dikonfirmasi SIB, terkait kasus dugaan penyelewengan dana BOS yang dilakukan jajarannya, mengaku prihatin atas kejadian tersebut.

"Saya telah berkali-kali mengingatkan seluruh jajaran dibawah dengan melalui sosialisasi, surat edaran bahkan melalui WA, agar mereka bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai fungsinya masing-masing, serta tidak menyalahgunakan dana BOS.

Sosialisasi gencar kita lakukan dengan tujuan agar Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), tidak menyalahgunakan jabatannya apalagi terkait penyelewengan dana BOS," terang Syaiful.(M25/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments