Sabtu, 08 Agu 2020

Pembangunan Jalan Terbengkalai dan Bronjong Rubuh, BPD Sei Nadoras Surati Inspektorat Asahan

Selasa, 12 Mei 2020 15:16 WIB
(Foto SIB/Frangky Simarmata

TERBENGKALAI: Pembangunan jalan Telford di Dusun I Desa Sei Nadoras Kecamatan Mandoge dengan pagu Rp 169.674.000 dari dana desa terbengkalai karena dihentikan oleh pemilik lahan, Sabtu (9/5).

RUBUH: Diduga akibat kesalahan kontruksi, pembangunanbronjong di Dusun I Sei Rambung Desa Sei Nadoras Kecamatan Bp Mandoge dengan pagu Rp 161.632.000 dari dana desa tahun 2019 rubuh, Sabtu (9/5).

Asahan (SIB)
Terkait rubuhnya proyek bronjong dan pembangunan jalan terbengkalai, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sei Nadoras Kecamatan Bandar Pasir (BP) Mandoge menyurati Inspektorat Asahan. Surat dengan nomor 03/BPD/SN/2020 yang ditandatangani Ketua BPD Desa Sei Nadoras Kusni Butar-Butar beserta anggota itu menyebutkan, bahwa pembangunan jalan Telford di Dusun I Sei Rambung berbiaya Rp 169.674.000 dari dana desa terbengkalai disebabkan belum ada surat pelepasan hak tanah dan bangunan yang ditanda-tangani pemilik lahan.

Sehingga pemilik lahan menghentikan pembangunan jalan tersebut. Selanjutnya, surat yang bernomor 04/BPD/SN/2020 juga ditandatangani ketua dan anggota BPD disebutkan, bangunan bronjong berbiaya Rp 161.632.000 yang berasal dari Dana Desa TA 2019 rusak fatal, serta tumbang dan dugaan disebabkan kesalahan awal pembangunannya. "Di awal pelaksanaan pembangunan, kita sudah menyurati Kades agar memperbaiki ulang, karena kondisi bangunan miring dan retak di bagian atas. Namun, Kades tidak mengindahkannya," ujar Kusni kepada SIB, Sabtu (9/5) di rumahnya.

Kusni juga menjelaskan, bahwa hal ini menjadi salah satu penyebab sehingga dia dan anggota tidak menandatangani LKPJ APBDes dan R-APBDes tahun 2019. "Siapa yang berani menandatangani yang jelas-jelas sudah menyalahi, bisa-bisa kami masuk penjara," jelas Kusni didampingi anggota BPD lainnya.

Terpisah, Kades Sei Nadoras Khairul Sirait saat ditanya SIB mengenai adanya laporan BPD ke Inspektorat membenarkan dan sudah ditangani. "Terkait bronjong sudah ditinjau Inspektorat dan tenaga ahli tehnik dari USU. Hasilnya memang lost mayers atau faktor kesalahan alam dan bukan kesalahan konstruksi," ucap Khairul.

Ketika disinggung terkait pembangunan Jalan Telford yang dihentikan pemilik lahan, Khairul menjawab, bahwa pengakuan Kepala Dusun (Kadus) tanah itu sudah pernah dihibahkan si pemilik lahan. Arsip surat pernyataan hibah lahan memang tidak ada di kantor. "Waktu penghibahan lahan itu kan saya belum menjabat Kades, jadi saya tidak tahu. Untuk pembangunan jalan Teford itu sudah disusun melalui musyawarah desa," terangnya.

Sementara, Sekretaris Inspektorat Asahan Ruslan SH saat dikonfirmasi SIB, Senin (11/5) membantah apa yang dikatakan Kades Sei Nadoras bahwa pihaknya sudah memutuskan rubuhnya bronjong diakibatkan faktor alam. "Dari hasil audit tim Inspektorat ditemukan kerugian negara Rp 30.600.000 dan sudah dikembalikan. Terkait pembangunan jalan Telford masih dalam proses pemeriksaan, pihak Tipikor Polres Asahan telah meminta advis terkait kerugian negara," ucap Ruslan. (A06/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments