Rabu, 23 Jan 2019
  • Home
  • Marsipature Hutanabe
  • Pelestarian Hutan Mangrove Menambah Pendapatan Nelayan Tradisional di Desa Lubuk Kertang Langkat

Pelestarian Hutan Mangrove Menambah Pendapatan Nelayan Tradisional di Desa Lubuk Kertang Langkat

admin Jumat, 11 Januari 2019 16:41 WIB
Brandan Barat (SIB) -Lima tahun belakangan ini, kondisi sebagian kawasan hutan mangrove sudah mulai mengalami perubahan yang membuat wajah pesisir pantai sedikit lebih baik lagi, tepatnya di Desa Lubuk Kertang Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat.

Sebelumnya, ribuan hektare kawasan hutan mangrove, bahkan hutan Register 8/L pun turut dibabat dengan menggunakan alat berat, untuk dijadikan areal perkebunan kelapa sawit di daerah itu.

Kini sebagian kecil kawasan hutan mangrove di Desa Lubuk Kertang sudah menjadi tujuan wisata baik warga lokal maupun yang datang dari luar kota. Puluhan ribu pohon mangrove tumbuh subur di atas lahan sekira 300 hektare, yang sebelumnya dalam kondisi rusak parah akibat dikonversi.

Selain menjadi tujuan wisata, keberadaan kawasan hutan mangrove di daerah itu dimanfaatkan para nelayan tradisional sebagai tempat untuk mengais rezeki dengan menangkap biota laut seperti udang, kepiting, ikan dan lainnya.

"Seiring dikembalikannya sebagian fungsi hutan yang menjadikan lingkungan kawasan hutan mangrove di daerah itu semakin baik, perkembangbiakan berbagai jenis biota laut pun semakin menjanjikan," ujar Sulaiman, salah seorang nelayan bubu dan jaring kepada SIB baru baru ini di Desa Lubuk Kertang.

Ditanya berapa rata rata pendapatan per hari sebelum kawasan hutan mangrove dipulihkan, menurutnya sangat jauh menurun, tapi saat ini, ia sudah bisa membawa pulang uang buat memenuhi kebutuhan keluarga sebesar Rp 75 ribu -Rp 100 ribu/ hari dari hasil tangkapan jaring dan bubu.

"Kalau sebelumnya, disaat kondisi hutan mangrove porak poranda akibat beralih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit, ya nyaris tak mendapat hasil tangkapan setiap harinya, sehingga aku sempat beberapa tahun terpaksa beralih profesi sebagai kuli bangunan, guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari," ungkapnya.

Ia sangat berharap, agar seluruh elemen masyarakat bersama pemerintah turut serta menjaga serta mendukung pelestarian kawasan hutan mangrove, dan jangan lagi memberi sedikit pun kesempatan kepada kelompok 'mafia tanah' atau oknum pemilik modal yang merusak hutan, seperti tahun-tahun sebelumnya, imbau Sulaiman. (A28/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments