Selasa, 20 Agu 2019

Pedagang di Jembatan Tabayang Semrawut, Lalu Lintas Macet

admin Rabu, 12 Juni 2019 13:06 WIB
SIB/Regen Silaban
MACET : Lalu lintas di sepanjang Jembatan Tabayang yang menghubungkan Tanjungbalai dengan Sei Kepayang, Minggu (9/6) sore, macet panjang, akibat para pedagang berjualan tidak beraturan dan semrawut.
Tanjungbalai (SIB) -Akibat pedagang berjualan di sepanjang jembatan Tanjungbalai Sei Kepayang (Tabayang) semrawut, arus lalu lintas terganggu bahkan sering terjadi kemacetan panjang. Pemandangan seperti itu terjadi setiap hari khususnya menjelang sore.

Amatan SIB, Senin (10/6) sore, di atas jembatan Tabayang yang diperkirakan sepanjang 600 meter dan menghubungkan Kota Tanjungbalai dengan Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan, setiap harinya banyak ditemui para pedagang yang berjualan di bahu jembatan.

Bahkan, para pedagang minuman, makanan dan buah-buahan itu terkesan semrawut membuka lapak dagangannya. Alhasil, warga yang membeli dagangan mereka juga parkir di badan jalan sehingga mengganggu pengendara/pengguna jalan lainnya dan mengakibatkan kemacetan panjang.

Ditambah lagi, selama ini jembatan terpanjang di Sumatera Utara ini sering disinggahi warga untuk berswafoto atau selfie bersama keluarga sembari memandang Sungai Asahan yang membelah daratan dua daerah tersebut. Padahal, ratusan hingga ribuan penggendara roda dua, tiga dan roda empat keatas setiap harinya melintasi jembatan tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Ezer (35) seorang pengguna jalan saat melintasi jembatan tersebut mengaku sangat terganggu akibat para pedagang yang tidak beraturan menjajakan dagangannya. "Mulai dari Titi Patembo Sei Kepayang sampai Tanjungbalai, bahu jalan di atas jembatan ini banyak diisi pedagang. Akibatnya, orang yang pembeli juga berhenti sembarangan jika ingin membeli dagangan mereka, sehingga pengendara lainnya jadi terganggu, bahkan terkadang arus lalu lintas macet total, apalagi sore hari begini, " ucapnya.

Riki (25) pengemudi roda empat juga mengatakan dirinya sering terganggu melintasi jembatan itu karena pedagang dan warga yang berhenti dengan semrawut di atas jembatan. "Apalagi kalau sore sore seperti ini, pasti macet. Kita sebagai pengendara roda empat ke atas sangat terganggu, " ucapnya.

Warga dan pengguna jalan berharap pemerintah setempat dalam hal ini Pemko Tanjungbalai dan Pemkab Asahan menata para pedagang yang berjualan di atas jembatan tersebut. (A09/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments