Rabu, 21 Agu 2019

Pasca Erupsi Sinabung, 5.913,60 Hektar Lahan Pertanian Terpapar Debu

admin Rabu, 12 Juni 2019 12:56 WIB
SIB/Dok
RUSAK : Tanaman pertanian milik warga terpapar debu akibat erupsi Gunung Sinabung yang terjadi, Minggu (9/6).
Tanah Karo (SIB) -Pasca erupsi Sinabung, Minggu (9/6) petang menyebabkan sekitar 5.913,60 hektar lahan pertanian terpapar debu erupsi Sinabung. Melimpahnya material erupsi Sinabung berdampak pada kegiatan ekonomi sebagian masyarakat di Kabupaten Karo . Para petani di daerah itu mengalami gagal panen atas terpaan awan panas bercampur debu.

"Berdasarkan data-data yang dapat dihimpun, luas areal pertanian yang mengalami dampak terpapar debu erupsi Sinabung sekitar 5.913,60 hektar. Soal kerugiaan material belum bisa didata saat ini, " ujar Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Karo , Ir Sarjana Purba MM ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Selasa (11/6) petang.

Menurutnya, adapun luas paparan debu erupsi Gunung Sinabung masing-masing di Kecamatan Kutabuluh luas terpapar debu 4.408 hektar, Kecamatan Naman Teran 1.262 hektar dan Berastagi177 Hektar. Pihaknya masih berupaya dalam percepatan penanganan dan pemulihan. Di antaranya dengan penyerahan blower kepada petani melalui kepala desa.

Sementara itu Kepala BPBD Karo, Martin Sitepu mengatakan, abu vulkanik Sinabung tersebar di enam kecamatan. "Memang ada tiga kecamatan yang lahan pertaniannya rusak," kata Martin, Selasa (11/6).

Tiga kecamatan yang lahan pertaniannya rusak itu yakni Kecamatan Payung, Kecamatan Namanteran, dan Kecamatan Kutabuluh. Lebih dari 70 persen lahan pertanian di sana mengalami kerusakan.

Lebih lanjut dikatakan Martin, kerusakan yang terjadi tidak terlalu parah dan hanya sebagian kecil yang berpotensi mengalami gagal panen. "Meski di tiga kecamatan ini abu cukup tebal, kerusakan yang ditimbulkan tidak sampai puso (gagal panen alias rusak parah)," ungkap Martin.

Tiga kecamatan itu, berada pada radius 5 Km hingga 10 Km ke arah tenggara dari puncak gunung. Arah angin yang mengarah ke sana, sehingga sebaran abu cenderung terpapar di beberapa wilayah.

Hingga kini pihaknya belum bisa memberi angka pasti kerusakan lahan pertanian. Selain tiga kecamatan itu, ada beberapa desa yang juga terpapar abu namun tipis. Desa-desa itu berada pada radius lebih dari 10 km ke arah tenggara dan timur laut.

Pemerintah Kabupaten Karo tengah meninjau kondisi lapangan. Bupati Karo, bersama Kapolres Karo dan Dandim diinformasikan tengah memantau kerusakan yang terjadi akibat erupsi.

Masyarakat dan wisatawan yang berada di sekitar zona merah juga telah diminta untuk keluar. (BR2t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments