Kamis, 06 Agu 2020

PT DNG Gunakan Excavator Kupas Jalan Kotapinang-Rantauprapat

redaksisib Kamis, 16 Juli 2020 11:36 WIB
SIB/Rudi Afandi Simbolon

GUNAKAN EXCAVATOR : Perbaikan Jalinsum Kotapinang di Desa Sisumut yang dilakukan PT DNG gunakan Eskavator untuk mengupas badan jalan, Rabu (15/7). 

Kotapinang (SIB)
Proyek preservasi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kotapinang-Rantauprapat di Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labusel diduga tidak sesuai teknis pengerjaan.

Pasalnya, pengerjaan pengupasan aspal pada badan jalan yang mengalami kerusakan dilakukan pihak rekanan, yakni PT Dalihan Natolu Grup (DNG) menggunakan excavator (beko), bukan asphalt cutter (alat pemotong aspal).

Pengamatan wartawan, Rabu (15/7) siang, satu unit excavator tampak sedang melakukan pengupasan badan jalan yang rusak di ruas Jalinsum-Sisumut, tepatnya di kawasan Simpang Sijambu, Desa Sisumut, Kecamatan Kotapinang. Usai dikupas, material penambalan berupa batu split kemudian dihamparkan lalu dipadatkan menggunakan satu unit kendaraan pemadat (mini roller).

Salah seorang pekerja yang ditemui di lokasi mengakui, pengupasan badan jalan yang rusak itu memang dilakukan menggunakan excavator . Menurutnya, penggunaan excavator dilakukan karena pekerjaan itu hanya pemeliharaan, bukan perbaikan.

"Setiap jalan yang sudah amblas, miring dan bergelombang diperbaiki. Pengupasannya memang pakai beko," kata pekerja yang berada dilokasi itu.

Aktivis anti korupsi di Kabupaten Labusel, Irpan Ripai Nasution menyayangkan teknis pengerjaan yang dilakukan PT DNG tersebut. Menurutnya, penggunaan excavator untuk melakukan pengupasan aspal yang rusak tidak tepat.

"Excavator bukan alat pengupas aspal, melainkan alat pengeruk tanah. Penggunaannya secara teknis tidak tepat," katanya.

Selain itu kata dia, pengggunaan excavator untuk mengupas badan jalan yang rusak justru berpotensi menimbulkan kerusakan baru dan tidak maksimalnya hasil pekerjaan. Sebab kata dia, dalam praktiknya, trek (rantai roda) excavator yang digunakan itu langsung bersentuhan dengan badan jalan lain yang tidak rusak tanpa diberi pelapis, seperti kayu dan sebagainya.

"Trek excavator tersebut akan merusak badan jalan ini berpotensi menyebabkan kerugian negara. Makanya selama ini excavator tidak dibenarkan melintas langsung di jalan raya," katanya.

Padahal kata Irpan, proyek perbaikan jalan itu menelan anggaran miliaran rupiah. Dia pun berharap agar Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian PUPR menegur atau memberikan sanksi kepada rekanan.

"Jika tidak diindahkan, putus saja kontraknya, dari pada merugikan negara dan masyarakat sebagai pengguna jalan," katanya.

Petugas Direktorat Jendral Bina Marga Kementerian PUPR tidak berada di lokasi ketika akan dikonfirmasi wartawan. Demikian juga dengan Konsultan Pengawas dan penanggung jawab pekerjaan dari PT DNG sedang tidak di lokasi. "Nggak tahu kemana mandor sama pengawasnya pak," kata operator mini roler pekerja di tempat itu. (L06/c)
T#gs ExcavatorKotapinang-RantauprapatKupas JalanPT DNG
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments