Selasa, 20 Agu 2019

PT Binivan Kontruksi Abadi Milik Penyuap Bupati Pangonal Disegel Pemkab Labuhanbatu

admin Sabtu, 20 Juli 2019 16:29 WIB
ilustrasi
Rantauprapat (SIB) -Selain Hotel Nuansa Rantauprapat, kantor PT Binivan Konstruksi Abadi (BKA) di Pematangseleng Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, juga dipasang spanduk: Objek Pajak Ini Belum Melunasi Kewajiban Pajak Daerah, oleh Pemkab Labuhanbatu. Keran keluar air untuk kebutuhan industri pengolahan aspal hotmix AMP (asphalt mixing plant/produksi campuran beraspal) dan mesin pemecah kerikil (stone crousher) PT BKA itu bahkan disegel.

PT BKA disebut milik pengusaha Effendy Syaputra alias Asiong Cobra, terpidana korupsi karena menyuap Bupati Labuhanbatu Pangonal Harahap hingga Rp42,8 miliar, yang ditangkap tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Juli 2018. Keran air perusahaan itu disegel karena sudah 2,5 tahun tidak membayar pajak air bawah tanah (ABT) ke Pemkab Labuhanbatu. Padahal, Asiong Cobra baru setahun dipenjara. Artinya, sebelum ditangkap KPK, Asiong sudah menunggak pajak ABT selama 1,5 tahun.

Informasi yang dihimpun SIB, Jumat (19/7), selama ini, PT BKA yang memproduksi AMP dan batu kerikil pecah (stone crousher) menggunakan air bawah tanah. Namun terhitung dari tahun 2017 tidak membayar pajak ABT. Ditegur dan diperingati melalui surat, pajak dimaksud juga tidak dibayar, sehingga Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Labuhanbatu menurunkan tim untuk melakukan tindakan penyegelan terhadap keran pipa isap air untuk suplai kebutuhan produksi serta memasang spanduk berbunyi "Objek Pajak ini Belum Melunasi Kewajiban Pajak Daerah".

Kaban Pendapatan melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pelaporan, Muslih dan Kasubbid Boy Dalimunte kepada wartawan, Jumat (18/7), menyebut sebelum pihaknya melakukan penyegelan dan memasang spanduk peringatan terhadap obyek-obyek pajak yang belum membayar pajak daerah, sudah terlebih dahulu menyampaikan surat himbauan.

"Sebelum dilakukan penyegelan serta pemasangan spanduk peringatan terhadap obyek pajak yang tidak membayar pajak, Bapenda Labuhanbatu melayangkan surat imbauan terlebih dahulu. Setelah waktu satu minggu tidak juga diindahkan, Bapenda mengeluarkan surat peringatan pertama dan kedua. Terakhir minggu lalu surat peringatan yang ketiga," ungkapnya.

Karena tidak ada respon termasuk dari pihak PT Binivan Kontruksi Abadi, kemarin Bapenda bekerjasama dengan Satuan Polisi Pamong Praja menyegel dan memasang spanduk belum bayar pajak di perusahaan itu.

"Tim dipimpin Sekretaris Satpol PP Labuhanbatu Muhammad Yunus selaku penyidik untuk melakukan tindakan tegas berupa penyegelan keran pipa isapan keluar air, sekaligus pemasangan spanduk peringatan belum membayar pajak daerah di perusahaan PT BKA," sebut Boy.

Ditanya berapa besar pajak yang ditunggak PT BKA, Boy belum dapat merinci jumlah nominalnya. Namun upaya itu dilakukan untuk menggenjot pendapatan daerah, termasuk dari parkir, restoran dan hotel, ABT serta objek pajak lain. Sedangkan pihak perusahaan tidak ada yang bersedia komentar dan dikonfirmasi.

Pengusaha ternama Effendy Sahputra alias Asiong Cobra selama ini dikenal juga sebagai pemborong besar kepercayaan Pangonal Harahap semasa Bupati Labuhanbatu untuk mengerjakan proyek-proyek gemuk. Namun persekongkolan mereka terendus KPK. Tim penyidik KPK kemudian melakukan operasi tangkap tangan terhadap Pangonal di Jakarta, 17 Juli 2018. Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara itu memonis Asiong terbukti bersalah dan menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 3 tahun. Tetapi belakangan, Asiong mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung agar dijadikan sebagai justice collaborator dalam kasus itu. Pangonal juga divonis bersalah dan dijatuhi hukuman pidana penjara selama 7 tahun, membayar denda Rp200 juta serta membayar uang pengganti Rp42,8 M dan hak politiknya dicabut selama 3 tahun. (BR6/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments