Minggu, 17 Nov 2019

Penerimaan Bidan Pegawai Tidak Tetap Batal

Oknum Wartawan Jadi “Calo” Penerimaan Pegawai Dicari-cari, Kadiskes Karo Disebut Terlibat

Senin, 10 Februari 2014 10:52 WIB
SIB/Int
Ilustrasi
T Karo (SIB),- Disebut-sebut Kadis Kesehatan Pemkab Karo dr JP dengan EZN (wartawan Koran MP, terbitan Medan) terlibat dalam penerimaan sejumlah uang dari sepuluhan bidan calon pegawai tidak tetap (PTT) 2013 di lingkungan  Pemkab Karo.

Sampai kini masalah ini bergulir sampai akhirnya menimbulkan masalah. Bahkan semakin menjadi perbincangan hangat antar-pegawai di lingkungan dinas tersebut dengan masyarakat.

Terlebih-lebih beberapa orangtua bidan calon PTT yang mengaku-ngaku telah memberikan uang berkisar Rp30 juta sampai Rp40 juta kepada Kadiskes melalui wartawan EZN sekitar tahun 2013 datang mempertanyakan hal tersebut ke kantor Dinas Kesehatan, Simpangenam, Kabanjahe.

Bahkan keluarga bidan yang datang ke kantor dinas juga mempertanyakan keberadaan EZN. Keluarga bidan ingin jumpa dengan EZN, bagaimana realisasi yang dijanjikan EZN saat menerima sejumlah uang mulai dari Rp30 juta sampai Rp40 juta dari sejumlah bidan yang dijanjikan menjadi bidan PTT itu.

 EZN kepada SIB, Kamis (6/2) di Medan, mengaku benar menerima sejumlah uang dari beberapa bidan yang diwacanakan 2013 silam ada penerimaan puluhan bidan PTT untuk ditempatkan di sejumlah desa terpencil di Tanah Karo.

“Saya hanya tumbal oknum Kadis. Uangnya sudah saya serahkan kepada Kadis melalui istrinya di rumahnya di Kabanjahe. Sedangkan setoran kedua saya serahkan di RSU Kabanjahe. Saat itu, beliau selagi menjabat Plt Direktur RSU Kabanjahe.

Aku terpaksa melarikan diri dari kejaran para orangtua bidan calon PTT. Sebab sejumlah uang saya serahkan kepada oknum Kadis tidak ada memakai kwitansi. Saling percaya saja.

Misalnya bidan calon PTT yang saya terima uangnya dan telah saya serahkan kepada oknum Kadis adalah: E Br Tarigan, FF Sembiring, MS Sembiring, L Sinaga, Srh, Srr.

Selain sejumlah uang yang telah saya serahkan kepada istri oknum Kadis dan kepada oknum Kadis sendiri, berkas-berkas bidan calon  PTT telah saya serahkan kepada Sekretaris Dinas Kesehatan. Dari mereka ini saya ambil Rp2,5 juta/orang. Selainnya sudah saya serahkan.

Jadi terus terang, saya terpaksa melarikan diri akibat tidak ada tanda bukti penyerahan uang tersebut kepada istri oknum Kadis dan Kadis itu sendiri. Saya benar-benar menjadi calo yang ditumbalkan oknum Kadis.

 Jadi saya siap memberikan keterangan kepada pihak penyidik bila ada yang mengadukan atas keterangan saya ini, tegas EZN terus terang. Saya benar-benar tumbal oknum Kadis ini, tambahnya berkali-kali.

Kadis Kesehatan Pemkab Karo, dr JP yang dikonfirmasi SIB, Jumat (7/2) melalui telepon selulernya, mempertanyakan apa yang dikatakan EZN, perihal penyerahan sejumlah uang berkaitan dengan isu penerimaan sejumlah bidan PTT tahun 2013, tidak membantah, namun juga tidak membenarkan.

“Wah. Hebatlah aku ini kalau aku tumbalkan dia (maksudnya EZN-red). Jumpalah bilang, biar diklirkan (diperjelas-red) masalahnya. Kalau menghilang dia, manalah klir-klir persoalan ini,” jelas Jansen melalui SMS telepon selulernya.

Sebelumnya, ketika SIB mengkonfirmasi Kadis Kesehatan dr JP di ruang kerjanya beberapa waktu silam, mengaku penerimaan PTT 2013 tidak ada. Memang sebelumnya kita usulkan ke Pemprovsu, tapi anggarannya tidak ditampung di APBD Karo 2013, penerimaan bidan PTT itu gagal, ujarnya terus terang.

R Tarigan, warga Kabanjahe  salah satu keluarga korban yang ditemui SIB sebelumnya, mengaku sebagai keluarga korban telah menyerahkan uang Rp30 juta kepada EZN untuk menjadi calon bidan PTT.

Saya jadi malu kepada keluarga, sebab sampai saat ini uang belum kembali dan penerimaan bidan PTT tidak kunjung tiba, ujar Tarigan kecewa.  (BR2/d)

T#gs CaloKaro
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments