Rabu, 24 Jul 2019

Oknum PNS di Kantor Camat Parlilitan Akui Selingkuh dengan Kakak Iparnya

admin Sabtu, 18 Mei 2019 11:27 WIB
Ilustrasi
Humbahas (SIB) -Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS)/Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kantor Camat Parlilitan, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), berinisial BM mengakui telah melakukan tindakan asusila/perselingkuhan dengan wanita yang telah bersuami berinisial IT.

Perselingkuhan oknum PNS ini terungkap dari hasil penyelidikan Tim Pemeriksa dari Kabupaten Humbahas yang dipimpin Lamhot Simanullang selaku Auditor Madya pada Inspektorat Daerah, terhadap BM di Kantor Camat Parlilitan, Jumat (17/5).

Camat Parlilitan Eliapzan Sihotang ketika dikonfirmasi SIB via selulernya mengatakan, pemeriksaan terhadap BM dilakukan berdasarkan laporannya kepada pimpinannya di kabupaten setelah berita perselingkuhan BM dan IT yang merupakan kakak iparnya (Inang Bao) viral di media sosial. Bahkan Bupati Dosmar turut menanggapinya dan menulis di kolom komentar "Besok tim dari Pemkab Humbahas akan turun ke Parlilitan untuk menyelesaikan masalah ini".

Lebih lanjut Camat Parlilitan menjelaskan, dalam pemeriksaan yang juga dihadiri Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Humbahas, Sabar Hasiholan Purba, Kabid Pembinaan Karir dan Disiplin BKD, Syah Rijal Simamora dan Kasi Kesra dan Pelayanan Umum Kantor Camat Parlilitan, Rawasti Hasugian itu, BM mengakui telah menjalin hubungan terlarang dengan IT, wanita yang sudah memiliki empat anak itu selama lebih kurang tiga bulan terakhir. Dan 2 video yang beradegan mesra yang beredar luas dan sudah viral itu juga diakui direkam sendiri sebagai koleksi pribadi mereka.

"Saat diperiksa tadi, dia (BM) mengakui perselingkuhan itu. Begitu juga dengan video yang sudah beredar itu, juga diakui dia sendiri yang merekam dengan menggunakan selulernya dan dia bagikan kepada IT atas permintaannya. Dan video itu diduga kuat beredar dari HP wanita itu saat fitnes bersama rekannya. Rekannya itulah diduga yang menyebarkan video itu kepada keluarga wanita itu di Jakarta seperti berita yang sudah viral itu," kata Eliapzan.

Ditambahkan, dalam pemeriksaan itu, BM mengakui bersalah dan menyesali perbuatannya serta berjanji tidak mengulanginya. Selain itu, dia juga mengatakan bersedia dan berusaha untuk rujuk kembali bersama istrinya. Namun demikian, tim tetap mengeluarkan rekomendasi untuk memberikan hukuman berat kepadanya sesuai aturan dan UU ASN.

"Perbuatan BM sudah sangat mempermalukan marwah ASN di Kabupaten Humbahas, khususnya Kantor Camat Parlilitan. Untuk itu, tim sudah membuat rekomendasi untuk memberikan hukuman berat kepada yang bersangkutan. Biarlah nanti pimpinan yang menentukan hukuman berat mana yang dijatuhkan kepada dia. Bisa saja pangkatnya diturunkan, diberhentikan dengan hormat, dan diberhentikan dengan tidak hormat," sebutnya.

Belajar dari kejadian itu, Eliapzan berharap peristiwa seperti itu tidak pernah terulang lagi di daerah itu. Selain menjadi aib di tengah-tengah keluarga, perilaku demikian juga menurut dia sangat memalukan dan bertentangan dengan adat istiadat dan agama.

"Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian seperti itu di daerah ini. Biarlah ini menjadi pelajaran buat masyarakat, khususnya kepada para ASN. Dan perlu saya sampaikan, pemerintah tidak akan pernah melindungi perilaku seperti itu. Jadi jangan pernah coba-coba untuk berbuat demikian. Karena sanksinya jelas. Untuk itu, ke depan kita akan lebih meningkatkan disiplin dan etos kerja para ASN di Kecamatan Parlilitan ini," pungkasnya. (BR8/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments