Kamis, 14 Nov 2019

Moderamen GBKP dan LAPK Apresiasi Komisi V DPR Prioritaskan Jalan Tol Medan-Berastagi

admin Rabu, 11 September 2019 12:25 WIB
Medan (SIB) -Moderamen GBKP mengapresiasi Komisi V DPRRI yang memprioritaskan pembangunan jalan tol ataupun jalan layang untuk memperlancar arus lalulintas Medan-Berastagi. Namun pihaknya dan rakyat menginginkan jalan tol atau jalan layang itu segera terealisasi pembangunannya.

Hal itu dikatakan Sekretaris Umum Moderamen GBKP Pdt Rehpelita Ginting, Senin (9/9), menanggapi pernyataan Ketua Komisi V DPR RI Ir Fary Djemy Francis yang menegaskan pihaknya akan memprioritaskan pembangunan jalan tol atau jembatan layang jurusan Medan-Berastagi.

"Ini sudah menjadi kebutuhan yang mendesak bagi masyakat Karo maupun masyarakat lainnya yang melintas di jalan yang sudah ada selama ini. Begitu banyak pengguna jasa transportasi Medan-Berastagi yang terganggu karena sarana jalan yang tidak memadai lagi. Jikalau terjadi kecelakaan, longsor atau kerusakan truk maka akan terjadi kemacetan berjam-jam yang sangat merugikan banyak pihak," sebutnya.

Ia mengakui dengan jalan yang sekarang ini rasanya tidak aman bagi pengendara mobil dan sepeda motor, karena hampir setiap hari ada truk ataupun tronton yang melintasi jalan tersebut. Dengan kondisi jalan tersebut, tronton tidak lagi seharusnya melintas di situ. Truk/tronton sudah sepatutnya punya jalan tersendiri yang aman sesuai dengan spesifikasi kendaraan dan jalan.

Rehpelita meyakini pariwisata dan pertanian Karo pasti akan merasakan dampak positif dengan adanya jalan tol ataupun jembatan layang yang memperlancar arus lalulintas.

"Jalan tol atau jembatan layang juga diperlukan untuk mendukung program wisata pemerintah menjadikan Danau Toba destinasi wisata internasional. Sebagian wilayah Karo ada di sekitar Danau Toba. Dengan adanya jalan tol atau jembatan layang di Karo, maka integrasi parawisata Karo ke Danau Toba dan sebaliknya akan menguntungkan," ungkapnya.

Ia menegaskan jalan tol atau jembatan layang sudah menjadi kebutuhan prioritas dan mendesak. Pihaknya berharap pemerintah kabupaten, provinsi dan pusat serta kementerian terkait segera melakukan kajian, perencanaan dan langkah konkrit untuk merealisasikan harapan masyakat.

Menurutnya, sudah banyak yang menjadi korban, baik materi, waktu bahkan jiwa karena situasi jalan yang tidak lagi memungkinkan. Jalan yang ada saat ini untuk kondisi dulu masih memadai karena jumlah kendaraan yang melintas tidak sepadat sekarang. Karena itu dibutuhkan jalan baru apakah tol atau jembatan layang agar dengan pertambahan kendaraan serta jenis yang besar dapat terjawab. "Dengan adanya jalan tol atau jalan layang, maka masyarakat dapat lebih memprediksi waktu tempuh mereka," sebutnya.

Terpisah, Sekretaris LAPK (Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen) Sumut Padian Adi S Siregar LAPK mengatakan pembangunan jalan tol dan jembatan layang Medan-Berastagi yang diprioritaskan oleh Komisi V DPR RI patut diapresiasi, karena percepatan pembangunan akan terealisasi secepatnya.

"Tentu desakan tokoh masyarakat, DPRD Sumut, kepala daerah di Jalur Medan-Berastagi harus mendapat perhatian serius Kementerian PUPR untuk memprioritaskan pembangunan tol atau jembatan layang Medan-Berastagi, karena pemangku kepentingan Sumut sudah sepakat bahwa jalan tersebut merupakan kebutuhan masyarakat di jalur Medan-Karo," katanya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Komisi V DPR RI Ir Fary Djemy Francis menegaskan, pihaknya akan memprioritaskan pembangunan jalan tol atau jembatan layang jurusan Medan-Berastagi yang kondisinya sudah sangat mendesak, dikarenakan kemacetan terus bertambah parah.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Sumut Ruben Tarigan dan Ketua Komisi D Sutrisno Pangaribuan kepada wartawan, Minggu (8/9) melalui telepon menyampaikan kesimpulan pertemuan Komisi D DPRD Sumut, Formanas dan lima bupati yang terdampak jalur kemacetan jalan Medan-Berastagi (Bupati Karo Terkelin Brahmana, perwakilan Bupati Dairi, Pakpak Bharat, Deliserdang dan Tapteng (minus Bupati Simalungun) dengan Komisi V DPR RI, Jumat (6/9). (M17/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments