Selasa, 17 Sep 2019

Mobil Ikan Asal Aceh Dirazia Oknum Berpakaian Satpol PP dan Dishub

admin Kamis, 12 September 2019 12:45 WIB
SIB/Helman
Dirazia: Mobil truk ikan berpendingin (thermoking) dihadang di Desa Panakkalan, Tapian Nauli, Rabu (11/9).
Sibolga (SIB) -Mobil truk berpendingin (Thermoking) pengangkut ikan dari Aceh menuju Kota Sibolga dirazia oknum berpakaian Satpol PP dan berpakaian Dinas Perhubungan Kabupaten Tapanuli Tengah, sejak tanggal 3 September 2019.

Informasi yang dihimpun SIB dari berbagai sumber, lokasi razia terjadi di beberapa tempat, seperti Desa Sihorbo Barus Utara, Simpang Desa Rampah Sitahuis, Desa Panakkalan dan Simpang Pondok Batu Sarudik, semuanya berada di wilayah Tapanuli Tengah.

Mobil yang dihentikan kemudian diperiksa kelengkapan administrasi dan kelayakan ikannya. Ada sejumlah mobil yang tertahan tidak bisa lewat, para sopir terpaksa singgah di warung kopi menunggu.

Ratnita Dewi, salah seorang pedagang ikan yang tinggal di Pondok Batu, Sarudik mengaku tidak bisa berbuat banyak menyikapi aksi penghadangan tersebut. "Saya bingung, mobil ikan kami tertahan tidak bisa lewat hingga sekarang, Rabu (11/9),"katanya.

Ratnita memesan ikan dari Aceh karena ikan di Sibolga kurang untuk konsumsi masyarakat. "Ikan tersebut akan dijual di pasar,"pungkasnya sembari mempertanyakan alasan penghentian tersebut.

Sementara petugas Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Medan I Wilayah Sibolga-Tapanuli Tengah, Fandi yang dikonfirmasi SIB di kantornya Jalan Sidempuan Km 7 membenarkan ada razia hasil perikanan.

Menurut Fandi, yang melaksanakan razia Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tapanuli Tengah mulai tanggal 2-10 September 2019. "Pada hari pertama kami ikut dengan mengirim personil sesuai permintaan dari dinas kelautan, selanjutnya kami nggak ikut,"kata Fandi.

Dikatakan, pihak Karantina ikut razia untuk memastikan kelengkapan administrasi dokumen karantina. "Soal dokumen karantina diminta mengurus bila belum ada, karena sangat perlu untuk memastikan ikan layak konsumsi (higienis)," sebut Fandi, seraya mengatakan kalau ada mobil ikan tertahan tidak bisa melintas bukan urusan mereka.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Tapanuli Tengah, Jonnedi Marbun, saat dikonfirmasi SIB via seluler belum berhasil karena sedang kunjungan ke Makassar. (G04/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments