Kamis, 24 Sep 2020

May Day di Tanjungbalai, Buruh Sweeping Sejumlah Perusahaan

*Di Deli Serdang Ribuan Buruh Berjoget Bersama Polwan
Jumat, 02 Mei 2014 17:08 WIB
SIB/ Lisbon Situmorang
JOGET : Buruh berjoget bersama Dandim 0204/DS Letkol Arh Syaeful Mukti Ginanjar, Kapolres Deli Serdang AKBP Dicky Patrianegara dan puluhan Polwan, pada perayaan May Day, Kamis (1/5) di Lubuk Pakam.
Tanjungbalai (SIB)- Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 01 menggelar aksi turun ke jalan di Tanjungbalai, Kamis (1/5).

Puluhan massa SBSI 01 Kota Tanjungbalai dipimpin Saut Sitorus menggelar sweeping ke sejumlah perusahaan yang dianggap nakal karena mempekerjakan buruh pada hari libur tersebut. Ternyata beberapa perusahaan di sepanjang Jalan Yos Sudarso Teluk Nibung tidak meliburkan karyawannya sehingga massa yang sweeping memerintahkan seluruh buruh yang bekerja   menghentikan aktifitas dan kembali ke rumah masing-masing.

"May Day hari kebahagiaan bagi buruh dan hari libur nasional. SBSI siap mengawal dan membantu setiap buruh yang tertindas karena ulah pengusaha nakal. Buruh bukan budak, jangan jadikan buruh robot berjalan hanya demi kepentingan pengusaha nakal. Kami mensinyalir masih ada pengusaha yang mempekerjakan buruh 12 jam/hari yang seharusnya 7 jam sehari,"tegas Ketua DPC SBSI 01 Kota Tanjungbalai Drs Saut Sitorus dalam orasinya saat sweeping ke sejumlah perusahaan.

Beberapa poin penting dalam pernyataan sikap SBSI 01 pada peringatan May Day di Tanjungbalai, yakni mensinyalir masih adanya pengusaha nakal yang mempekerjakan buruh selama 12 jam/hari. Uang lembur diabaikan tanpa rasa kemanusiaan. Yang terkesan buruh dijadikan robot berjalan oleh oknum pengusaha.

Hal itu akibat lemahnya tanggungjawab Dinas Tenaga Kerja yang terkesan tutup mata. Belum diterapkannya UMK Tahun 2014 sebesar Rp1.712.000 perbulan di Kota Tanjungbalai, akibat kurang pro aktifnya dewan pengupahan memperjuangkan hak buruh. Parahnya lagi, buruh di PHK tanpa pesangon dan tanpa alasan yang jelas.

"Yang lebih menyedihkan lagi, masih ada pengusaha di Tanjungbalai yang belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Ini gambaran nyata lemahnya tanggungjawab Dinas Tenaga Kerja yang terkesan tutup mata sehingga layaklah Wali Kota mengevaluasi kinerja Kadis Naker yang tidak mampu menuntaskan masalah buruh,"desak Saut Sitorus.

SBSI 01 menilai, visi misi Wali Kota Tanjungbalai yang akan mensejahterakan buruh  dengan meningkatkan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan serta.mengutamakan pemberdayaan ekonomi kerakyatan hanyalah simbol dan bualan belaka. "Pemerintah tidak pernah memikirkan lapangan pekerjaan bahkan pengangguran semakin meningkat di Kota Tanjungbalai. Ekonomi masyarakat terpuruk dan pemerintah cenderung pro kepada pemilik modal . Kami buruh berharap pemangku kepentingan di daerah ini tidak "selingkuh" dengan pengusaha nakal,"kata Saut.

 Di Deli Serdang, Ribuan Buruh Berjoget

Sementara itu, Perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kabupaten Deli Serdang berlangsung meriah dengan berjoget bersama Dandim 0204/DS Letkol Arh Syaeful Mukti Ginanjar, Kapolres Deli Serdang AKBP Dicky Patrianegara dan puluhan Polwan, Kamis (1/5) di Balairung Pemkab Deli Serdang di Lubuk Pakam. Perayaan itu dihadiri ribuan buruh dari berbagai aliansi buruh, dihibur artis ibukota H Ona Sutra bersama keluarga, dan beberapa penyanyi lainnya diiringi musik keybord tunggal serta penarikan berbagai hadiah lucky draw berupa peralatan elektronik dengan hadiah utama  sepedamotor.

Sebelum menuju Balairung Pemkab Deli Serdang, ratusan buruh dengan mengendarai sepedamotor berkeliling ke beberapa lokasi pabrik di Tanjung Morawa, sehubungan dengan adanya informasi bahwa masih ada buruh yang dipekerjakan dan hari buruh yang sudah diliburkan. Namun beberapa pabrik yang didatangi tampak sepi dan yang berada di lokasi hanya satpam dan personil kepolisian yang mengadakan penjagaan.

Pada kesempatan itu pekerja/buruh Kabupaten Deli Serdang, menyampaikan penyataan sikapnya kepada Presiden RI yakni stop peraturan upah murah dan berikan peraturan upah layak bagi buruh dan keluarganya, tolak sistem kerja kontrak atau outsourcing, berikan jaminan sosial bukan asuransi nasional, tolak kenaikan tarif dasar listrik, dan tolak PHK union besting serta kriminalisasi anggota dan pengurus serikat pekerja/buruh.

Kepada Pemkab Deli Serdang disampaikan 4 tuntutan yakni, serius melaksanakan pengawasan dan penegakan hukum ketenagakerjaan di wilayah Deli Serdang sesuai UU yang berlaku, memperhatikan kesejahteraan pekerja/buruh dengan menaikkan upah pada tahun 2015 berdasarkan pertimbangan upah layak bagi buruh dan keluarganya seperti menaikan Upah Minimum Kabupaten 35% dari UMK saat ini Rp 1,7 Juta, serta menindak pengusaha nakal. 

Kemudian meningkatkan anggaran Dinas Tenaga Kerja dalam menjalankan program pembinaan dan pemberdayaan serikat pekerja/buruh yang terampil, cerdas dan amanah, serta mengawasi pelaksanaan penyelenggaraan BPJS kesehatan terhadap pelayanan bagi peserta khususnya pekerja/buruh. (A27/D20/W)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments