Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Marsipature Hutanabe
  • Masyarakat Minta Kejari Kisaran Terbuka Dalam Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Hibah Bansos Jama’ah Haji

Masyarakat Minta Kejari Kisaran Terbuka Dalam Pengusutan Dugaan Korupsi Dana Hibah Bansos Jama’ah Haji

Selasa, 11 Februari 2014 12:36 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Kisaran (SIB)- Masyarakat Kota Kisaran meminta  Kejaksaan Negeri (Kejari) agar terbuka dalam pemeriksaan dugaan korupsi dana hibah bansos jama’ah haji tahun 2011 hingga 2013.

Demikian dikatakan salah seorang tokoh masyarakat yang juga bekas anggota DPRD Asahan Haji Monang Siahaan kepada SIB, Jumat (7/2).

“Kejari harus terbuka sampai dimana hasil pemeriksaan, sampaikan ke masyarakat sehingga tidak ada terkesan ditutup-tutupi,” ujarnya.

Menurut dia, penyampaian itu dirasakan perlu sebab   masyarakat Asahan menunggu kabar bagaimana proses selanjutnya sampai pada tahap penetapan  tersangka.

“Sudah beberapa orang diperiksa, tapi hingga saat ini belum ada ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Bekas anggota DPRD dari Partai Demokrat periode 2009 – 2013   juga menerangkan pada 2011 dan  2012 dirinya yang duduk sebagai Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Asahan tidak menyetujui hal dimaksud.

“Karena tindakan saya ini, saya dicopot dari Panggar,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Zulfy Andre Zass warga Kisaran lainnya. Kepada SIB dia mengatakan bahwa penanganan kasus korupsi dana haji merupakan prioritas Kejari Kisaran   tahun  2014.

“Kita minta kepada pihak Kejari Kisaran jangan memilih-milih dalam penanganan suatu kasus,” tegasnya.

Terkait ini, Kasi Pidsus Kejari Kisaran Hendro Wasisto SH ketika di konfirmasi SIB, Jumat (7/2) mengatakan kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

Sewaktu SIB mengeluarkan buku dan pulpen seketika juga Kasi Pidsus yang belum lama tugas di Kisaran itu melarang agar jangan dimuat. 

“Saya minta jangan dimuat, karena ini menyangkut agama (SARA). Nanti ada waktunya saya beritahu ke media,” katanya memutus konfirmasi.

Menyikapi hal ini, Ketua LSM Target Asahan Zulfy Andre Zass sangat menyesalkan pernyataan Kasi Pidsus Kejari Kisaran itu. Menurutnya, tidak ada hubungan kasus dugaan korupsi dana hibah  bansos Jama’ah Haji dengan agama karena yang mau diusut itu tindakan korupsinya.

“Justru orang melakukan korupsi dengan berkedokkan agama yang membuat malu agama tersebut dan ini harus diberantas. Sedangkan kasus dugaan korupsi pengadaan Al-Quran kategori skala nasional saja bisa diusut, apalagi ini hanya menyangkut dana hibah bansos,” tegas dia.(MS/BR4/w).
 
 
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments