Selasa, 14 Jul 2020
  • Home
  • Marsipature Hutanabe
  • Masyarakat Apresiasi World Bank Atas Kucuran Dana Rp 1 Triliun Bangun Jalan Nasional Pantai Barat Sumut

Masyarakat Apresiasi World Bank Atas Kucuran Dana Rp 1 Triliun Bangun Jalan Nasional Pantai Barat Sumut

Rabu, 06 Agustus 2014 10:54 WIB
Tapteng (SIB) Masyarakat Tapteng mengapresiasi  World Bank (Bank Dunia) melalui pemerintah pusat atas disetujuinya kucuran dana Rp 1 triliun  untuk rekonstruksi pembangunan Jalan Nasional Wilayah Pantai Barat Sumut, yang menghubungkan wilayah kabupaten, kota dan propinsi. Titik terbanyak adalah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Kucuran dana tersebut dimasukkan dalam Proyek Winrid (Western Indonesia Road Improvement Project) dengan sistim Multiyears (tahun jamak).

Ribu Simatupang, salah seorang masyarakat Tapteng sekaligus pemerhati infrastruktur jalan di Pantai Barat Sumut, Selasa (5/8/) mengatakan, anggaran yang telah dikucurkan  Bank Dunia tersebut hendaknya benar-benar dipergunakan tepat  sasaran. Jangan lagi seperti selama ini anggaran pembangunan dan juga biaya pemeliharaan rutin jalan nasional diduga kuat lebih banyak di korupsi ketimbang dipergunakan untuk pekerjaan itu.

Kalau itu terjadi, alangkah malunya Bangsa Indonesia ini di mata Bank Dunia yang telah mengucurkan dana untuk pembangunan jalan.

Ia juga mengatakan, jika proyek berjalan, dampak pembangunan seperti masalah pembebasan tanah, bangunan untuk keperluan pembangunan jalan nasional agar menjadi perhatian utama semua pihak. Dukungan konkrit, warga bersedia melepaskan sebagian lahan yang akan dipergunakan untuk  pembangunan.

Rencana pembangunan jalan nasional itu  menyentuh jalur klasik Tarutung-Sibolga, Barus-Manduamas batas Aceh, Sibolga-Pandan- Batangtoru batas Tapsel dan jalur baru Rampah-Poriaha (Tapteng) yang dikelola Satuan Kerja (Satker) PPK 12 Cs dan PPK 11 Balai Besar Jalan Nasional (BBJN) Wilayah I Sumut.

“Akumulasi ruas membentang di semua jalur itu sekira 251 Km. Hitungan kasarnya, pengaspalan jalan nasional membutuhkan dana Rp 1 miliar  untuk 1 kilometer membentang,” ucapnya.

Ribu Simatupang juga memberikan apresiasi atas kinerja  Bupati Tapteng Raja Bonaran Situmeang SH MHum selama 3 tahun kepemimpinannya yang telah terbukti bahwa program pembangunan di tiap kecamatan terutama bidang infrastruktur jalan dan jembatan berjalan signifikan.

Sebelumnya Raja Bonaran Situmeang, mengatakan bantuan Bank Dunia ini  didasari kepercayaan pemerintah kepada Kabupaten Tapanuli Tengah.

”Dana sebesar satu triliun khusus pembangunan jalan, selayaknya kita sambut dengan gembira, sebab bantuan itu dapat kita raih berkat penilaian positif atas dukungan masyarakat terhadap proyek sebelumnya, terutama di jalur Sitahuis-Batas Taput, ujarnya.

”Percayalah, manakala ada semacam”pago-pago” yang diberikan kepada warga, yang terkena imbas pelebaran jalan (tanahnya masuk dalam area  pelebaran)” akan saya berikan langsung tanpa ada potong-memotong,” ucap Raja Bonaran. (E7/c).
T#gs bankdana
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments