Sabtu, 23 Nov 2019

Massa Datangi Kantor Kejari Simalungun

* Kejari Simalungun : Tidak Perlu Teriak, Mari Duduk Bersama dan Berdialog Secara Baik
admin Rabu, 18 September 2019 14:14 WIB
SIB/Dok
Warga : Kajari Simalungun saat menerima Warga Talun Kondot foto bersama di aula kantor jaksa tersebut Selasa (17/9).
Simalungun (SIB) -Cara baru menghadapi para pengunjukrasa, Kejari Simalungun undang seluruh pengunjuk rasa masuk ke dalam aula kantor itu, Selasa (17/9). Dengan membawa berbagai spanduk, puluhan pengunjukrasa memasuki gedung secara tertib.

Menurut Kasi Intel Rudi Sagala SH, pihaknya akan melayani para penyampai aspirasi secara baik. Tidak perlu teriak dengan alat pengeras suara (toa) dan berpanas panasan. Duduk bersama dan berdialog secara baik. Itulah cara baru Kasi Intel menghadapi pengunjukrasa.

Terlihat massa yang mendatangi kantor Kejari Simalungun menggunakan 2 truk merasa puas, setelah mendapatkan penjelasan dari Kajari melalui Kasi Intel didampingi Kasi Pidsus Asor Olodaiv, jaksa Ade dan jaksa Augus Vernando.

Sebelumnya, puluhan warga Nagori Talun Kondot meminta agar Pangulu berinisial SS dicopot. Diduga telah melakukan penyimpangan dana desa tahun 2016-2017, dalam pelaksanaan proyek rabat beton di Huta Sijambe, perluasan jalan usaha tani (Telford) dan pengerasan jalan di Pusuk Perdamaian.

Selain itu, SS juga dituding selalu mempersulit urusan warga yang akan mengurus surat-surat, seperti pengurusan KK, akte lahir, KTP dan surat lainnya.

Menanggapi tuntutan dan aspirasi tersebut, Rudi Sagala mengatakan jika permasalahan Dana Desa ditangani oleh Inspektorat. Setelah diklarifikasi oleh pihak kejaksaan, Inspektorat telah memberitahukan, jika Pangulu SS telah mengembalikan dana (Silpa) TA 2016 dan 2017.

Meski demikian, pihak kejaksaan akan menyurati inspektorat terkait laporan warga dan mempertanyakan perkembangannya, sudah sejauh mana hasil pemeriksaan terhadap Pangulu Talun Kondot. Kajari melalui Kasi Intel akan langsung turun ke lapangan (Talun Kondot) terkait berbagai keluhan warga.

"Kita akan langsung turun ke lokasi dalam waktu dekat untuk mencari kebenaran, sehingga tidak hanya menerima pengaduan dari satu pihak saja", kata Rudi.

Koordinator aksi Mulianto bersama puluhan warga meninggalkan kantor dengan tertib. Sebelumnya, warga selalu bertanya-tanya terkait pengaduannya ke inspektorat. Karena tidak pernah mendapatkan penjelasan, jika Pangulunya telah mengembalikan dana TA 2016-2017.

"Kita berterima kasih kepada Kajari Simalungun yang telah menerima dan memberikan penjelasan kepada kami," ungkap Mulianto. (S03/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments