Sabtu, 23 Nov 2019

Mahasiswa Labuhanbatu Demo Dinkes, Tuntut Kadis Kesehatan Segera Mundur

Jumat, 16 November 2018 16:51 WIB
Rantauprapat (SIB)  -Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Revolusi Labuhanbatu (Gemasila) berunjukrasa di depan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Jalan KH Dewantara Rantauprapat, Kamis (15/11). Demonstran menyampaikan 8 tuntutan terhadap Pelaksana tugas (Plt) Bupati Labuhanbatu dan pejabat-pejabat Dinkes, termasuk mendesak Kepala Dinas Kesehatan agar segera mengundurkan diri dari jabatannya dan menuntut penegak hukum menangkap pejabat Dinkes yang diduga terlibat tindak pidana korupsi. 

"Banyak terjadi indikasi dugaan korupsi pada proses penggunaan anggaran di Dinas Kesehatan Labuhanbatu tahun anggaran 2017," kata koordinator aksi, Agus Salim Daulay saat berorasi yang dikawal puluhan anggota Polres Labuhanbatu dan Satuan Polisi Pamong Praja. 

Dugaan korupsi dimaksud, menurut Agus, dilakukan oleh 10 pejabat teras di lingkungan Dinkes Labuhanbatu. Pihaknya pun meminta agar 10 pejabat dimaksud mempertanggungjawabkannya secara hukum. 

Pengunjukrasa saat itu menyampaikan 8 poin tuntutan; Pertama: meminta Kadis Kesehatan Labuhanbatu agar segera mengklarifikasi dugaan penyalahgunaan anggaran Program Upaya Kesehatan Masyarakat (PUKM) tahun anggaran (TA) 2017.

Kedua, meminta Kadis Kesehatan Labuhanbatu segera mengundurkan diri dari jabatannya, karena diduga terlibat penyalahgunaan belanja anggaran PUKM TA 2017.

Ketiga, meminta Plt Bupati Labuhanbatu segera memerintahkan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) sesuai Peraturan Pemerintah No.60 Tahun 2008, agar segera melakukan audit dugaan penyalahgunaan anggaran PUKM tersebut. 

Poin keempat, meminta Plt Bupati Labuhanbatu agar menegakkan supremasi hukum sesuai UU No.31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No.28 Tahun 2001 tentang ASN bersih dari KKN, tidak terkecuali Dinkes.

Kelima, meminta Plt Bupati Labuhanbatu bersama APIP agar tidak ada rekayasa dalam mengaudit dugaan korupsi pada Dinkes Labuhanbatu, tetapi melakukan audit secara jujur dan profesional.

Poin keenam, meminta Plt Bupati Labuhanbatu bersama APIP agar segera melimpahkan kasus dugaan korupsi belanja anggaran PUKM ke Kejaksaan Negeri Labuhanbatu.

Ketujuh, meminta Kejari Labuhanbatu menyikapi tuntutan Gemasila terhadap dugaan kasus korupsi JKN dan BOK pada Dinkes Labuhanbatu TA 2017.
Poin terakhir, tangkap oknum pejabat Dinkes Labuhanbatu yang terlibat dugaan korupsi penggunaan belanja PUKM TA 2017. Delapan tututan itu juga dituangkan dalam selebaran yang dibagikan ke masyarakat dan wartawan. 

Pada saat demonstran berorasi dari luar gerbang kantor Dinkes, Asisten Pemerintahan Nasrullah, Asisten Ekonomi Pembangunan Hasan Heri Rambe dan Kasatpol PP A Haris Nasution datang menemui pengunjukrasa dari dalam pekarangan kantor tersebut. Pejabat-pejabat teras Pemkab Labuhanbatu itu berusaha bernegosiasi, namun ditolak pengunjukrasa, karena dianggap tidak memahami persoalan. Mahasiswa menginginkan Kadis Kesehatan Tinur Bulan Harahap yang langsung menjawab aspirasi mereka.

"Kami hanya ingin menyampaikan tentang situasi di sini, karena tidak seorangpun pejabat Dinas Kesehatan berada di ruangannya. Namun masalah ini akan kami sampaikan sama Pak Sekda," sebut Nasrullah menjawab wartawan, dan kemudian meninggalkan lokasi demonstrasi.  

Tak berapa lama kemudian, pengunjukrasa mengakhiri orasinya, dan membubarkan diri dengan tertib. (BR6/l) 
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments