Selasa, 12 Nov 2019

Langka, Harga LPG 3 Kilogram Capai Rp 20 Ribu di Kios Pengecer

Senin, 10 Februari 2014 16:06 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Kotapinang (SIB)- Harga gas LPG kemasan tiga kilogram di Kecamatan Kotapinang, Labusel capai Rp 20 ribu per tabung. Lonjakan harga yang menuai protes kalangan ibu rumah tangga dan pedagang terjadi di saat  kelangkaan gas di kios pengecer seputaran Kecamatan Kotapinang.

Salah seorang pedagang nasi goreng Ismail kepada SIB, Minggu (9/2) mengatakan, lonjakan harga tersebut dan seringnya terjadi kekosongan LPG kemasan 3 Kilogram menyulitkan dirinya dalam menjalankan usaha dagangannya.

Dimana, kata dia, Gas LPG merupakan salah satu faktor pendukung dalam pelaksanaan pengolahan warung nasi emperan miliknya itu.

"Terkadang, sudah harganya mahal, sering juga terjadi kekosongan," katanya. Juga sering ditemukan, LPG kemas 12,5 kilogram diduga tidak sesuai standar. Yang mana, berat tabung jika diangkat berbeda-beda.

"Kemasan 12,5 kilogram juga sering tidak sama isinya. Ada yang lebih ringan, ada yang lebih berat. Hal ini juga menjadi pertanyaan masyarakat," katanya.
Warga lainnya Santi Harahap juga mengeluhkan hal yang sama.

Menurutnya, beberapa kios pengecer yang ada di Kecamatan Kotapinang telah Kosong, meski masih memiliki stok, harga yang di ecerpun melambung tinggi.

"Di saat Gas kosong, harga ditekan tinggi. Mau tidak mau karena sangat dibutuhkan terpaksa harus dibeli," kata ibu rumah tangga tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Ahmad Fuad yang dikonfirmasi mengatakan akan melakukan pengecekan kembali.

Menurutnya, kuota untuk Kab Labusel telah cukup dan usulan untuk dilakukannya penambahan juga telah dimohonkan ke Pertamina pusat.

"Nanti kita cek kembali. Mengenai harga, berdasarkan HET hanya sekitar Rp 12 ribuan saja. Lonjakan itu akan dimonitoring kembali. Sementara Gas kemasan 12,5 kilogram tersebut non subsidi, dan masuk dari agen yang berbeda-beda. Jadi itu yang menyebabkannya berat isinya berbeda-beda," katanya.

Diceritakannya, berdasarkan monitoring yang telah dilakukan oleh pihak Disperindag, pernah ditemukan tabung yang berlebel  Kab Asahan masuk hingga ke Kab Labusel dan hal tersebut juga telah dilaporkan kepada pihak Pertamina Medan.

"Sudah kita sampaikan hal itu ke pihak Pertamina. Kita berharap kuota yang telah kita masukkan itu terealisasi dengan baik dari distributor yang ada, sehingga warga tidak lagi sering menemukan kelangkaan Gas, dan harganya tidak melambung," katanya. (D18/f)

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments