Kamis, 06 Agu 2020

Lahan Padi Desa Selatbeting Labuhanbatu Dapat Predikat Inovasi Terbaik Tingkat Nasional

redaksi Sabtu, 14 Desember 2019 18:56 WIB
SIB/Dok
SALAMI PENGURUS KTNA : Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunte menyalami Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Labuhanbatu Abdul Karim Hasibuan dan pengurus pada Mimbar Sarasehan KTNA, Kamis (12/12), di Lapangan Bolakaki Dusun Siluang I Desa Gunungselamat, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.
Labuhanbatu (SIB)
Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunte menyebut lahan pertanian padi sawah di Desa Selatbeting, Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, mendapat predikat inovasi terbaik tingkat nasional. Lahan pertanian tersebut yang dulunya hanya bisa panen satu kali sedang diupayakan untuk bisa panen 3 kali.

Andi Suhaimi menyebut hal itu dalam Mimbar Sarasehan KTNA Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (12/12) yang dihadiri Kasdim 0209/LB, Wakil Ketua KTNA Sumatera Utara H Raya Pasaribu, Ketua Komisi Penyuluh Kabupaten Labuhanbatu H Sudarwanto, sesepuh penyuluh H Nukman Harahap dan Ketua KTNA Labuhanbatu Abdul Karim Hasibuan serta para ketua KTNA dan penyuluh se- Kabupaten Labuhanbatu serta Camat Bilah Hulu dan Kepala Desa Gunungselamat, di Lapangan Bolakaki Dusun Siluang I Desa Gunungselamat, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.

Andi menambahkan, pada lahan pertanian padi sawah yang mendapat predikat inovasi terbaik itu, Pemkab Labuhanbatu memberikan pupuk, bibit dan obat-obatan gratis.

"Apabila mengalami gagal panen, akan diasuransikan. Untuk luas satu hektare diganti rugi sebesar Rp6 juta. Alhamdulillah, hasilnya luar biasa, sebanyak 6-8 ton per hektare," sebut Andi.

Namun karena itu merupakan program nasional, rencanannya ditanam sawit di lahan seluas sekitar ribuan hektare. Bukan untuk CPO tetapi biodiesel yang akan dikelola pemerintah pusat.

Menurutnya, luas sawah di Labuhanbatu ada 18.000 hektare. Semua diasuransikan dengan dana APBD, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk menanam padi.

"Alat-alat pertanian juga lengkap, salahsatunya 10 unit mesin pemanen padi bantuan dari Kementerian Pertanian," ujarnya.

Ia juga mengatakan, saat ini bukan hanya penyuluh pertanian yang berangkat studi banding, tetapi petani langsung juga ikut.

"Semua difasilitasi, termasuk uang saku dan tahun 2020 ada 150 petani akan diberangkatkan ke Jawa Barat," kata Andi.

Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Labuhanbatu, Abdul Karim Hasibuan, menjelaskan, KTNA satu organisasi profesi independen Indonesia yang terorientasi di sektor pertanian berbasis agribisnis teknologi dan lingkungan hidup pedesaan.

"KTNA terdiri dari komunitas petani dan nelayan yang terpilih untuk mewakili daerah yang memiliki kualifikasi dalam kemampuannya masing-masing dan punya karakter dalam pembangunan ekonomi nasional khususnya dalam bidang agribisnis. KTNA ada di provinsi, kabupaten dan juga di kecamatan," katanya.

"Mimbar sarasehan adalah kegiatan rutin setiap tahunnya difasilitasi oleh Dinas Pangan. Forum ini forum silaturahim antara petani dan nelayan dengan pemerintah serta instansi terkait," sebut Karim. (BR6/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments