Senin, 10 Agu 2020

LP3KD Tobasa Gelar Pesparani Katolik Perdana di Kabupaten Tobasa

bantors Senin, 14 Oktober 2019 15:22 WIB
SIB/Eduwart MT Sinaga
Wakil Bupati Tobasa Ir Hulman Sitorus bersama Ketua panitia Fesparani Katolik dan panitia LP3KD lainnya membuka secara resmi Festival paduan suara katolik tahun 2019, di Convention Hall TB Silalahi Center, Jl Dr TB Silalahi Balige, Minggu (13/10).
Tobasa (SIB) -Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Daerah (LP3KD) Kabupaten Toba Samosir melaksanakan festival paduan suara Katolik tahun 2019, di Convention Hall TB Silalahi Center di Desa Pagarbatu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Minggu (13/10).

Wakil Bupati Tobasa Hulman Sitorus atas nama Pemkab Tobasa mengapresiasi panitia LP3KD dalam pelaksanaan festival paduan suara tersebut. Apalagi, festival tersebut kali pertama digelar di Tobasa.

"Menjadi juara itu penting, tapi yang paling penting bapak ibu sudah mempersiapkan diri dengan baik dan mempermuliakan Tuhan dengan cara-cara baik. Banyak kegiatan positif yang dapat kita lakukan di Tobasa sehingga kita pantas maju. Kerukunan yang terjalin dalam umat Katolik kiranya dapat tetap dijaga," hatinya.

Sebelumnya, Ketua LP3KD Tobasa Audi Murphy O Sitorus melaporkan, kegiatan yang pertama kalinya dilaksanakan di daerah itu ditetapkan menjadi kegiatan untuk membina umat, dalam rangka menggali potensi dalam lomba paduan suara sekaligus meningkatkan semangat kebersamaan, kerjasama, sportifitas dan persaudaraan dalam peningkatan kualitas kehidupan rohani katolik.

"Untuk mendukung rangkaian kegiatan itu, LP3KD mendapat dana hibah dari APBD Toba Samosir TA 2019 sebesar Rp 75 juta ditambah bantuan dari berbagai perusahaan yang sifatnya tidak mengikat", katanya seraya mengharapkan para peserta mampu mengikuti perlombaan hingga ke tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Kupang pada 27 Oktober - 2 November 2020.
Festival Paduan Suara Gerejani (Fesparani) yang diikuti 11 kontingen di antara 3 paroki di Kabupaten Tobasa terdiri dari Paroki Balige 7 kontingen, Parsoburan 2 kontingen dan Parapat 2 kontingen.

Sementara Pastor Vikep, Ambrosius Nainggolan OFM Cap mengatakan, pepatah yang sering didengar selama ini,doa pembuka, Doa Syukur Agung, Bapa Kami, doa sesudah Komuni menjadi lebih bermutu ketika dilagukan. Dengan dilagukan, kata-kata doa seolah didandani dan menjadi lebih indah.

"Dengan bernyanyi dengan baik dan benar, itu sama dengan melakukan doa dua kali (Qui bene cantat, bis orat). Di mana kalimat ini sering diucapkan Santo Augustinus dari Hippo, uskup dan pujangga gereja", katanya. (H01/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments