Kamis, 19 Sep 2019

Kutipan SKHU Berkedok Uang Terimakasih di SMPN 3 Rantauprapat Memberatkan Wali Murid

* Kadisdik: Uang Terimakasih Tak Boleh Dipatok
admin Jumat, 14 Juni 2019 18:00 WIB
SIB/Dok
Salah seorang wali murid, saat menemui Kepala Sekolah SMP 3 Maidun Saragih di ruang kerjanya, Kamis (13/6).
Labuhanbatu (SIB) -Kutipan SKHU (Surat Keterangan Hasil Ujian) sebesar Rp 150.000 per siswa di SMP Negeri 3 Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu sangat memberatkan orang tua murid dan dinilai sudah mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Labuhanbatu.

Saipul Bahri Ritonga, 42, salah seorang wali murid di SMP Negeri 3 Rantauprapat, Kamis (13/6) sekira pukul 11.30 WIB mendatangi SMP tersebut prihal kutipan SKHU yang dibebankan pihak sekolah terhadap anaknya RS yang mengambil SKHU untuk melanjutkan sekolah ke tingkat SMU. Namun saat pengambilan itu anaknya RS dimintai uang SKHU sebesar Rp 150.000,

"Kalau gak dibayar uang SKHU-nya gak bisa diambil, SKHU-nya diambil sama wali muridnya berinisial J, bahkan saya uda minta tolong agar jangan dibebani karena saya orang tidak mampu, salah seorang guru di situ mengatakan itu sudah kesepakatan dengan pihak Komite Sekolah," ujar Saipul kepada Wartawan Kamis (13/6) di Rantauptapat.

Saat Kaseknya bernama Maidun Saragih dijumpai wali murid, juga berdalih bahwa kutipan itu merupakan kesepakatan Komite Sekolah dan dia mengetahui adanya kutipan sebesar itu dan harus dibayar melalui wali murid sekolah masing-masing.

M Rispan, warga jalan Pramuka Rantauprapat salah seorang wali murid lainnya juga mengatakan adanya paksaan dalam pengambilan SKHU di SMP Negeri 3 Rantauprapat.

"Anak saya 2 di situ saat ambil SKHU dipaksa bayar Rp 300.000, mau saya bayar Rp 200.000 gak mau pihak sekolah," jelasnya.
Saipul juga menambahkan, dirinya tidak pernah diundang pihak Komite Sekolah seperti yang disebutkan pihak sekolah.

"Gak ada rapat komite sekolah setahu saya, karena saya gak ada undangannya," ucap Saipul.

Kasek SMP Negeri 3 Maidun Saragih saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Kamis (13/6) membenarkan adanya kutipan SKHU yang dibebankan kepada siswa yang mengambil SKHU di sekolahnya.

"Ada kutipan memang tapi itu uang terimakasih dan yang menentukan itu kan Komite Sekolah, kami gak ikut. Tapi yang menerima uangnya dari siswa masing-masing wali muridnya ada 8 lokal itu setiap lokal jumlahnya 34 siswa," ujarnya.

Ditambahkannya juga, masalah kutipan SKHU ini semua sekolah SMP yang ada di Rantauprapat sudah kordinasi masalah biayanya dan dirumuskan ajuannya melalui Rapat Komite Sekolah.

"Kita semua Kepala Sekolah sudah kordinasi pengutipan uang SKHU ini," akunya.

Terpisah Kadis Pendidikan Labuhanbatu Sarimpunan saat dikonfirmasi mengatakanbahwa pengambilan SKHU di sekolah - sekolah di Labuhanbatu tingkat SD dan SMP tidak dibenarkan melakukan pengutipan.

"Gak ada pengutipan. Itu gratis. Kalau uang terimakasih dari orangtua silahkan tapi tidak ada patokannya, kalau ada sekolah yang berani melakukan kutipan, Kaseknya kita cokikkanlah," ujarnya. (L04/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments