Selasa, 10 Des 2019

Korban KM Mega Top III Tuntut Keadilan

redaksi Kamis, 14 November 2019 16:45 WIB
Sib/Doc
UNJUKRASA: Keluarga AKB Mega Top 3 aksi unjuk rasa menuntut tanggungjawab PT Kerapu Jaya Lestari, Rabu (13/11).

Tapteng (SIB)
Para keluarga Anak Buah Kapal (ABK) KM Mega Top III kembali menggelar unjuk rasa di gudang milik Attak, PT Kerapu Jaya Lestari yang berada di Kelurahan Pondok Batu, Kecamatan Sarudij, Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu (13/11) pukul 10.00 WIB.


Sebelumnya, para ABK KM Mega Top III hilang kontak pada 3 Januari 2018 lalu, di perairan Simu Aceh yang berangkat dari pelabuhan perikanan Nusantara (PPN) Sibolga pada tanggal 27 Desember 2017.


Dalam aksinya, keluarga membentangkan spanduk bertuliskan, korban Mega Top III, menuntut pengusaha PT Kerapu Jaya Lestari, untuk patuh pada UU RI, bertanggung jawab atas hilangnya, tewasnya para ABK, saat bekerja di KM Mega Top III, sesuai pasal 10-12 Permenaker RI No 26 tahun 2015.


"Keluarga kami yang tewas sewaktu bekerja bukan binatang, tetapi manusia yang dilindungi oleh undang-undang, mana tanggungjawab perusahaan," teriak pengunjuk rasa.


Sementara itu, koordinator aksi dari SBSI, Binsar Tambunan meminta tonggak undang-undang ditegakkan, serta meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak. "Kami meminta pengusaha bertanggung jawab," ucapnya.


"KM Mega top IIl juga banyak kelalaian dalam memberangkatkan ABK-nya dengan tidak menyiapkan alat pelampung, karena mustahil seluruh para ABK bisa meninggal dunia kalau peralatan lengkap. Pihak pengusaha juga tidak mendaftarkan ABK ke BPJS Ketenagakerjaan," sebutnya


Sementara dalam aksi unjuk rasa pihak pengusaha dan korban KM Mega Top 3 akan bersepakat menunggu kehadiran Attak pemilik gudang dan akan mengadakan rapat di hari Senin (18/11) di Polres Tapanuli Tengah. (G04/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments