Senin, 21 Okt 2019

Koptan Mandiri Buat Tanda Batas Kawasan HTR di Desa Air Hitam Labura

admin Selasa, 17 September 2019 19:18 WIB
SIB/Regen Silaban
TANDA BATAS : Koptan Mandiri menurunkan alat berat beko untuk melakukan tanda batas kawasan HTR dengan lahan masyarakat seluas 565 hektare, di Dusun Sei Dua Desa Air Hitam, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labura, Senin (16/9)
Kualuh Leidong (SIB) -Koperasi Tani (Koptan) Mandiri melakukan kegiatan penandaan batas areal kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) seluas 565 hektare, di Dusun Sei Dua Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labura, Senin (16/9). Penandaan batas itu dilakukan menggunakan alat berat beko dengan membuat benteng di perbatasan kawasan HTR dengan lahan masyarakat.

Ketua Koptan Mandiri HM Wahyudi kepada SIB mengatakan, selaku pengelola HTR pihaknya melakukan penandaan batas itu sebagai batas kawasan HTR dengan lahan masyarakat, sehingga dalam menjalankan program penghijauan dapat berjalan lancar. "Penandaan batas ini direncanakan selesai beberapa hari ke depan. Setelah itu kita akan lanjutkan program penghijauan di kawasan HTR," kata Wahyudi.

Dijelaskannya, keberadaan Koptan Mandiri untuk mengembalikan fungsi hutan dari para oknum atau pengusaha yang dengan sengaja mengalihfungsikan kawasan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit. Selanjutnya melestarikan kawasan hutan yang bisa menyejahterakan masyarakat melalui penghijauan- penghijauan tanaman yang dapat menambah nilai ekonomi masyarakat. Karena menurutnya fungsi hutan tidak untuk dinikmati sepihak tapi semua orang.

"Bagaimana agar kawasan hutan kembali pada fungsinya dan bisa lestari yaitu dengan program perhutanan sosial salah satunya HTR. Karena dengan melakukan penghijauan maka selain hutan lestari, masyarakat juga sejahtera dan kebutuhan setiap orang akan oksigen juga dapat terpenuhi," jelasnya.

Wahyudi juga memaparkan tentang perizinan HTR yang dikelola Koptan Mandiri berada di dua kabupaten, yakni Kabupaten Asahan seluas 697 hektare dan Kabupaten Labura seluas 565,61 hektare dengan peta kerja RKU-HTR disesuaikan dengan batas kabupaten. Hal itu sesuai Permendagri Nomor 42 Tahun 2014 tentang batas daerah antara Kabupaten Asahan dan Kabupaten Labura. Dan sesuai hasil tata batas areal Izin HTR oleh Dinas Kehutanan beserta instansi terkait yang dikelola Koperasi Tani Mandiri seluas 1262,61 hektare.

Wahyudi juga mengatakan Koptan Mandiri siap mengakomodir masyarakat yang ingin bergabung dan lahannya berada di kawasan HTR, dengan catatan bersedia menaati AD/ART Koperasi dan perundang-undangan dalam kawasan hutan.

H Sianturi warga setempat yang bergabung dengan program HTR menyampaikan apresiasinya kepada Koptan Mandiri yang membawa misi program pemerintah untuk melestarikan kawasan hutan di daerah tersebut. Karena tujuan HTR, menurutnya, untuk menyejahterakan masyarakat melalui perhutanan sosial. Warga juga menyatakan siap mendukung program HTR di daerah tersebut.
Amatan SIB, di lokasi pelaksanaan penandaan batas kawasan HTR tersebut terlihat beberapa oknum kepolisian dari TNI AD dari Koramil setempat. (A09/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments