Jumat, 07 Agu 2020

Ketua Komisi B DPRD Sumut Tinjau Pengolahan Getah Pinus di Tanjungdolok

Minggu, 02 Agustus 2020 13:42 WIB
Foto Ketua Komisi B DPRD Sumut Viktor Silaen

DIALOG: Ketua Komisi B DPRD Prov Sumut Viktor Silaen ketika berdialog dengan Koordinator Penderesan Getah Pinus Luhur Lestari di Pabrik Pengolahan Dusun Tanjung Dolok Nagori Sibaganding Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Kamis (30/7).

Parapat (SIB)
Ketua Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Viktor Silaen meninjau pengolahan getah pinus Koperasi Luhur Lestari di Dusun Tanjung Dolok, Nagori Sibanganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Simalungun, Kamis (30/7).

Viktor Silaen ketika bertemu dengan Koordinator pengolahan getah pinus Koperasi Luhur Lestari Ivan Sitepu, meminta surat izin dan dokumen-dokumen terkait penderasan pinus yang telah puluhan tahun beroperasi di kawasan hutan sekitar Danau Toba.

Silaen, selain meminta dokumen penderesan getah pinus juga melontarkan berbagai pertanyaan kepada Koordinator Koperasi Luhur Lestari Ivan Sitepu, namun Ivan tidak dapat memberikan keterangan terkait pembuangan limbah sisa-sisa pengolahan pinus, kontribusi ke Pendapatan Asli Daerah (PAD), kemana pendistribusian getah pinus dan apakah pernah mendapatkan sosialisasi SOP penderesan dari dinas terkait. Ivan mengaku hanya sebagai pekerja.

Ivan Sitepu menyampaikan tidak memegang dokumen terkait dokumen koperasi penderesanpinus CV Luhur Lestari ."Surat izin dan dokumen penderesan dipegang pemilik usaha di Medan," kata Sitepu.

"Untuk memperjelas semua perizinan penderesan getah pinus, kita akan meminta penjelasan kepada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) wilayah II Pemetangsiantar dan meminta agar kegiatan penderesan getah pinus yang ilegal dan menyimpang dari SOP segera ditertibkan. Komisi B DPRD Sumut akan kembali meninjau getah pinus ke lapangan agar jelas semuanya," kata Silaen.(S12/c)

T#gs DPRD SumutGetah PinusKetua Komisi BPengolahanTanjungdolok
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments