Senin, 21 Okt 2019

Kepala BNNP Sumut : BNN Tidak Sanggup Atasi Narkotika Tanpa Peran Serta Berbagai Pihak

* 2017, Pravelensi Narkoba di Sumut 2,53%
admin Rabu, 18 September 2019 19:57 WIB
Kepala BNN Sumut Brigjen Adtrial
Rantauprapat (SIB) -Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumatera Utara Brigjen Adtrial kunjungan kerja di Kabupaten Labuhanbatu. Dalam kunker itu dilakukan pertemuan dengan unsur pimpinan daerah, kecamatan, kelurahan dan desa. Saat itu, Adtrial menyebut pravelensi penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara sebesar 2,53% atau 256.657 jiwa atau menurun 3,2% dari tahun 2014.

"Ini data tahun 2017. Hasil survei yang dilakukan BNN dan UI," kata Adtrial dalam pertemuan tersebut, Senin (16/9) sore, di Ruang Data dan Karya Pemkab Labuhanbatu.

Adtrial di hadapan Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang, Kasdim 0209/LB Mayor Inf Ertiko Cholifah, Sekda Ahmad Muflih, para kepala OPD, camat, lurah dan kepaal desa, mengakui BNN tidak akan sanggup mengatasi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika tanpa peran serta berbagai pihak, karena peredarannya yang semakin gencar.

Menurut mantan Kepala BNN Bangkabelitung itu, masalah peredaran gelap narkoba merupakan ekstra ordinary crime atau kejahatan yang luar biasa. Termasuk menjadi perhatian internasional, selain masalah terorisme dan pelanggaran hak asasi manusia.

Peredaran narkoba juga merupakan kejahatan organisasi crime serta kejahatan organisasi antarnegara. Sebab, hampir 80% narkoba yang masuk ke Indonesia dari luar negeri, khususnya dari Cina.

"Masuknya melalui laut. Semua usia dan profesi berpotensi dapat terlibat peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba," ujarnya.

Dia juga menyebut, dari 813 jenis narkotika yang ada di dunia, 74 jenis sudah masuk ke Indonesia. Ironisnya, kata dia, hanya 66 jenis yang masuk dalam lampiran Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Sindikat narkoba terus memproduksi narkoba baru," ungkapnya.

Namun, BNN, lanjutnya, punya strategi khusus dalam menekan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di Indonesia. Strategi penanggulangannya dengan 2 cara, yaitu menekan pasokan dan menekan permintaan.

"Upaya BNN menekan pasokan narkotika dengan menahan tidak masuknya dari luar ke dalam negeri," paparnya.

Katanya, tahun 2018, BNN telah menyita 1,6 ton dalam sekali pengiriman. Selain itu, juga menggagalkan peredaaran 1,4 ton di Banten dan lainnya. Bahkan, tahun 2018, BNN menyita aset yang terlibat peredaran gelap narkotika hampir Rp 200 miliar.

Pada kesempatan itu, Adtrial menegaskan para pecandu narkoba wajib direhabilitasi. Namun, kemampuan lembaga rehabilitasi milik pemerintah yang menggratiskan biaya rehabilitasi sangat terbatas.

"Di Sumut dari 256 ribu pecandu, hanya 500-600 orang kemampuan pemerintah mendanai rehabilitasi," tuturnya.

Adtrial pun menyesalkan vonis hukuman penjara 20 tahun kepada Manurung bersaudara, Ruslian Manurung alias Ian dan Andi Syahputra Manurung alias Putra, di Pengadilan Negeri Rantauprapat, 2 pekan lalu. Menurutnya, kedua warga Kota Tanjungbalai itu semestinya dijatuhi hukuman maksimal.

"Sedang yang 5 kilogram saja sudah pantas dihukum mati. Namun itu kewenangan hakim," kata Atdrial menjawab wartawan.
Selain itu, dia tidak menyalahkan pemusnahan barang bukti ganja dengan cara membakar di ruang publik (terbuka). Menurutnya, karena di lokasi luar ruangan sirkulasi angin baik.

Pada kunker maraton itu, Adtrial mengawali kunjungannya di Kabupaten Labuhanbatu Utara, kemudian di Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Kabupaten Padanglawas dan ke sejumlah kabupaten lain di Sumut. (BR6/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments