Jumat, 15 Nov 2019

Kepala BNN Sumut Apresiasi Wali Kota Berantas Narkoba di Tebingtinggi

admin Sabtu, 13 April 2019 15:22 WIB
SIB/Dok
BERIKAN CIINDRAMATA : Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan memberikan cinderamata kepada Kepala BNN Sumut Brigend Pol. Atrial saat kunjungan kerja ke Tebingtinggi, Kamis (11/4).
Tebingtinggi (SIB) -Pengguna narkoba di Sumatera Utara (Sumut) mengalami peningkatan 2,1 persen pada 2018 dibanding 2017 atau sekitar 3,5 juta orang. Dari jumlah tersebut Sumut berada di peringkat ke-2 nasional dan mereka kebanyakan generasi muda.

Hal itu dikatakan Kepala BNN Sumut Brigjend Pol Atrial dalam kunjungan kerjanya di Tebingtinggi, didampingi Wali Kota H Umar Zunaidi Hasibuan bertatap muka dengan para pimpinan OPD, camat ,lurah se -Tebingtinggi, di Aula Lantai IV Balai Kota, Kamis (11/4)

Atrial mengatakan saat ini para pemasok narkoba jenis sabu dari negara tetangga tidak lagi ukuran kilo, tetapi sudah ton, dan beberapa ton telah diamankan petugas.

"Untuk wilayah Pantai Timur, mereka memanfaatkan jalur laut, karena banyaknya pelabuhan tikus yang bisa dimanfaatkan untuk bertaruh. Mereka juga memanfaatkan kurir para nelayan. Tapi kita sudah hafal betul pelabuhan tikus yang mereka gunakan,"ujar jenderal bintang satu ini

Atrial pun berharap Tebingtinggi terus meningkatkan program pemberantasan narkoba, apalagi Wali Kota sangat konsern dengan pemberatasan narkoba di Tebingtinggi dengan berbagai programnya.

"Kami memperoleh laporan semua perangkat pemerintah dari tingkat kelurahan, tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat dilibatkan Wali Kota membrantas narkotika. Tentu kami sangat mendukung sepenuhnya hal tersebut, karena tidak banyak kepala daerah yang peduli dengan persoalan narkoba ini," ujarnya

Atrial mengingatkan sesuai regulasi yang baru, rumah sakit pemerintah dan swasta wajib memberikan pelayanan rehab bagi pencandu narkoba . "Biayanya akan dikeluarkan oleh Kemenkes, bukanBPJS.Jangan ada rumah sakit yang tidak melayaninya", katanya.

Sementara itu, H Umar Zunaidi Hasibuan mengatakan di Tebingtinggi semua potensi yang ada digerakkan untuk menanggulangi narkotika bahkan Pemerintah Kota membuat kebijakan memberikan bonus Rp 10 juta bagi kelurahan yang bebas narkoba.

Hasilnya, menurut dia daerahnya yang dahulu wilayah rawan narkoba kini sudah sangat jauh menurun dengan keterlibatan masyarakat yang menentangnya. Pengguna dan pengedar akan berhadapan dengan masyarakat satu kampung.

"Begitu juga penyuluhan ke sekolah dan kelompok masyarakat terus kami lakukan bekerjasama dengan P4GN. Sedangkan dan di lingkungan Pemko Tebingtinggi setiap mutasi atau pergantian pejabat menjadi kewajiban untuk terlebih dahulu pemeriksaan narkotika. Dan ini sudah kami lakukan, sehingga lebih lama waktunya memeriksa narkoba dari pada melantiknya," katanya. (BR3/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments