Selasa, 17 Sep 2019

Kepala BBKSDA Sumut Hotmauli Sianturi Ajak Warga Jangan Pasang Jerat Satwa

* Sejak 2 Bulan Terakhir 180 Jerat Disapu
admin Kamis, 12 September 2019 12:47 WIB
SIB/Sarliman Manurung
PATROLI JERAT: Kepala BBKSDA Sumut Dr Ir Hotmauli Sianturi MSc For, Kabid BKSDA Wilayah III Padangsidimpuan Gunawan dan rombongan, Forkopimcam SDH serta Kepala Desa menunjukkan jerat yang disapu di hutan SDH.
Tapsel (SIB) -Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara Dr Ir Hotmauli Sianturi MScFor mengajak masyarakat untuk tidak memasang jerat, guna melindungi satwa liar seperti Harimau Sumatera dari kepunahan karena dengan memasang jerat di hutan akan mengancam jumlah populasi Harimau Sumatera yang merupakan satwa yang dilindungi dan hanya ada di Sumatera.
Hal itu dikatakan Hotmauli pada Patroli bersama dan sosialisasi sapu jerat di wilayah kerja seksi konservasi wilayah V Sipirok Bidang Wilayah III Padangsidimpuan di Batang Garut, Desa Batang Parsuluman, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapsel Selasa (10/9).

Menurut Hotmauli, sebenarnya jerat yang dipasang manusia hanya untuk menangkap babi hutan, namun naas harimau yang sedang mencari mangsanya babi malah yang terjerat. "Seperti harimau yang memangsa manusia di Barumun, Kabupaten Padang Lawas beberapa waktu lalu setelah dievakuasi di bagian tubuhnya ada terluka akibat jerat," ujarnya seraya mengharapkan agar masyarakat jangan lagi memasang jerat sekalipun untuk menjerat babi hutan, karena jerat tak bisa memilih korbannya.

Harimau yang terluka akibat jerat, tambah Hotmauli, akan kesusahan mencari mangsa di tengah hutan, yang pada akhirnya mengancam masuk perkampungan/pertanian warga. "Untuk sapu jerat kita telah aktif patroli jerat, dalam 2 bulan terakhir ini kita telah menyapu 180 jerat," ujar Hotmauli.

Usai sosialisasi sapu jerat dengan warga, Kepala BBKSDA dan rombongan serta Forkopimcam turun ke hutan untuk membuka jerat yang dipasang warga di beberapa titik di tengah hutan. Hadir pada pertemuan tersebut, Forkopimcam Saipar Dolok Hole, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan lainnya.

Melihat upaya BBKSDA Sumut untuk sapu jerat tersebut, Publik Relation PT NSHE melalui telepon selulernya mengatakan, perusahaan yang mengelola pembangunan PLTA Batangtoru, yang dikenal ramah lingkungan, mendukung penuh kegiatan yang digelar BBKSDA Sumut, demi terpelihara dan terjaganya satwa yang dilindungi, terutama di wilayah cakupan PLTA Batangtoru. "Menjaga kelestarian satwa yang dilindungi, terutama orang utan dan harimau menjadi salah satu konsentrasi kita," ujarnya. (G05/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments