Minggu, 08 Des 2019

Kementerian Pariwisata RI akan Bantu Pengembangan Daerah Wisata Karo

Admin Senin, 26 November 2018 20:07 WIB
SIB/Dok
Tanah Karo (SIB) -Bantuan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah (Rippda) dari Kementerian Pariwisata ke Kabupaten Karo, akan memaksimalkan pengembangan potensi objek wisata di seluruh wilayah Kabupaten Karo, sesuai sumber daya alam (SDA) yang dimiliki.

Hal ini disampaikan Bupati Karo Terkelin Brahmana SH di ruang kerjanya, Jumat (23/11) di Kabanjahe. Menurut Terkelin, Rippda tersebut sebelumnya sudah dikordinasikan ke Kementerian Parawisata Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Parawisata Dadang Raizki Ratman, (5/11) lalu, bersama anggota DPRD Karo Mansur Ginting, Onasis Sitepu dan Kadis Parawisata Ir Mulia Barus.

Kata Bupati pengembangan potensi obyek wisata akan bisa mendatangkan keuntungan bagi daerah maupun masyarakat. Dicontohkan dalam kegiatan Pesta Bunga dan Buah dan Pesta Budaya Mejuah-juah. Kegiatan ini akan menambah daya tarik wisatawan baik lokal dan mancanegara, apabila pengelolaanya dilakukan dengan baik.

"Dengan adanya kucuran dana melalui Rippda, potensi pariwisata yang ada bisa dikembangkan lebih baik dan lebih profesional lagi,"jelas Terkelin.

Anggota DPRD Karo Mansur Ginting memastikan jika muatan pada Raperda Rippda yang telah diusulkan meliputi pemanfaatan SDA dan potensi yang dimiliki masing-masing desa maupun wilayah di Kabupaten Karo, akan dikembangkan menjadi icon-icon yang sudah melekat di masing-masing daerah tersebut.

"Usulan yang diajukan ke Kementerian Parawisata terkait dana Rippda, sebesar Rp 17 miliar lebih. Bocoran yang kita dapat dari Deputi Pengembangan Parawisata, besarannya lebih kurang Rp 10 miliar, namun demikian kita tunggu saja," kata Mansur.

Sementara itu Kadis Pariwisata Karo Ir Mulia Barus, membenarkan Rippda tersebut sangat membantu Kabupaten Karo jika teralisasi. Katanya, banyak icon-icon pariwisata Karo seperti Pesta Bunga dan Buah, Pesta Budaya Mejuah-juah, termasuk pengembangan sektor parawisata lokal harus diperbanyak dan hiburan wisata alami dan buatan.

"Pihaknya tetap menekankan agar obyek pariwisata tersebut tetap memberikan kontribusi yang positif bagi daerah yang menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi," ujarnya. (B01/c)
Editor: Admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments