Selasa, 22 Okt 2019
  • Home
  • Marsipature Hutanabe
  • Kemarau Panjang, Warga Desa Sosor Lontung Tiap Hari 'Makan Abu' Saat Truk Pengangkut Batu Melintas

Kemarau Panjang, Warga Desa Sosor Lontung Tiap Hari 'Makan Abu' Saat Truk Pengangkut Batu Melintas

* Badan Jalan Sempat Ditutup Ibu-ibu
admin Jumat, 20 September 2019 13:17 WIB
SIB/Tulus Tarihoran
BERABU: Warga Desa Sosor Lontung keluhkan 'hujan abu' saat truk pengangkut batu melintas. Terlihat batu besar masih tergeletak di badan jalan, setelah adanya aksi penutupan akses, Kamis (19/9) di Desa Sosor Lontung Dairi.
Sidikalang (SIB) -Kemarau tiga bulan lebih, mengakibatkan warga Desa Sosor Lontung Kecamatan Siempat Nempu Dairi setiap hari 'makan abu' kala truk pengangkut batu melintas di desa tersebut.

"Tiga bulan terakhir warga 'makan' abu. Anak-anak mengalami batuk dan flu," ucap Srimiati boru Sihite (63) dan Esnar Sianturi (43) warga Dusun Lumban Sigalingging, Desa Sosor Lontung, Kamis (19/9) di desa tersebut.

Paling berdampak, katanya pada anak- anak pada saat pulang sekolah. Saat berjalan menuju rumah dan terkena hujan abu saat truk melintas. Selain itu, rumah setiap saat kotor, pakaian yang dijemur menjadi berwarna kuning. Bahkan, warga harus berulang- ulang mencuci piring. "Piring yang tersusun di rak, harus dicuci kembali saat hendak mau digunakan karena sudah berabu," ucap mereka.

Tidak tahan dengan kondisi itu, warga yang didominasi kaum ibu, melakukan aksi penutupan badan jalan menggunakan batu besar, Rabu (18/9) pagi, agar truk pengangkut batu tidak bisa melintas. Kepala desa melakukan memediasi dan meminta pengusaha galian C, untuk menyiram badan jalan. Warga kemudian membuka akses setelah pengusaha mau menyiram badan jalan sebanyak tiga kali sampai sore.

Disebutkan setiap hari, seratusan truk pengangkut batu melintas dari depan rumah warga. Setiap melintas, kadang ada tiga sampai lima truk beriringan melintas dan terjadi hujan abu. "Tanaman yang ada di pinggir jalan, daunnya sudah ditutupi abu," ucap mereka.
Sementara itu, pengusaha galian C, yang usahanya di Desa Sosor Lontung dan desa tetangga seakan tidak peduli dengan kondisi masyarakat setempat. "Kita meminta para pengusaha galian C, menyiram jalan. Sehingga abu tidak berterbangan saat truk pengangkut batu melintas," tutur kedua ibu itu.

Kondisi jalan sepanjang perkampungan itu tergolong sudah rusak, sehingga abu semakin tebal. Diharapkan, para pengusaha galian C diminta agar bisa menutupi jalan berlubang, minimal menyiram jalan tiga kali sehari, sehingga abu berkurang.
"Kita berharap para pengusaha itu memperhatikan kondisi masyarakat akibat dampak abu," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sosor Lontung, Budi Manullang membenarkan ada aksi masyarakat menutup jalan. Masyarakat hanya meminta jalan disiram dengan air, sehingga abu tidak lagi berterbangan. Dari aksi masyarakat itu, pengusaha galian C, yang ada di Desa Sosor Lontung sudah sepakat yakni PT Satria/ Sasta dan Usaha Kita, untuk menyiram jalan.

Sepanjang kurang lebih 3 kilometer jalan di permukiman Desa Sosor Lontung terdampak abu tersebut. Saat ini, Desa Sosor Lontung, Kaban Julu, Juma Teguh menjadi pusat galian C. Sehingga ratusan truk melintas tiap hari. Sebelum jalan itu diperbaiki, diharapkan pengusaha berkontribusi menyisip badan jalan, sehingga abu berkurang. (K05/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments