Rabu, 13 Nov 2019

Keluarga Otopsi Ulang Jenazah Serda Iman Gea yang Meninggal dalam Latihan

redaksi Jumat, 08 November 2019 18:47 WIB
Foto: SIB/Dok
JENAZAH: Jenazah Serda Iman yang berada di dalam peti putih dibawa ke ruangan otopsi sesaat setelah tiba di RSUD Gunungsitoli, Kamis (7/11).
Gunungsitoli (SIB)
Tewasnya Serda Iman berkat Gea, Anggota Batalyon 122 Tombak Sakti, Senin (4/11) dalam kecelakaan latihan beladiri menyisakan penasaran bagi keluarga, sehingga melakukan otopsi ulang di RSUD Gunungsitoli pada Kamis (7/11).

Seperti diketahui, Serda Berkat Gea merupakan salah satu Danru di kesatuannya. Setelah meninggal dalam latihan di lapangan bola Yonif 122 Dolok Masihul Sergei, mendiang dibawa ke Nias untuk dimakamkan, namun karena keluarga penasaran, mereka membuka peti jenazah Serda Iman dan merasa ada kejanggalan atas luka di bagian leher.

Adik kandung Serda Iman, Mandrigo Gea bersama ibunya Lawati Zega kepada wartawan menuturkan, sedianya Serda Iman akan dimakamkan Kamis (7/11), namun keluarga menunda dan mengotopsi ulang.

"Kami penasaran, ada jahitan luka di leher abang saya, kami hanya ingin memastikan penyebab luka itu, katanya dengan raut sedih di kamar mayat RSUD. Terlihat juga ibu korban tak kuasa menahan kesedihan menyebabkan tubuhnya lunglai.

Sementara Kerabat Serda Iman, Martin Buaya menjelaskan, kecurigaan keluarga diawali mimpi ibu korban pada beberapa malam lalu. "Ibu korban bermimpi, almarhum mendatangi dan mengatakan agar membuka bajunya sebelum dikuburkan, ternyata ketika dibuka benar ada luka," jelasnya seraya mengharapkan proses otopsi berjalan baik.

Martin menjelaskan, almarhum adalah anak pertama dari tujuh bersaudara. Ia merupakan harapan keluarga dalam membantu perekonomian dan menyekolahkan adik adiknya. Meninggalnya Iman merupakan kesedihan mendalam.

Hingga menjelang malam, terlihat proses otopsi masih berlangsung di ruangan tertutup. Otopsi juga mengundang penasaran warga, sehingga ruang tunggu kamar mayat sempat disesaki banyak orang. (BR9/N03/t)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments