Senin, 21 Sep 2020
  • Home
  • Marsipature Hutanabe
  • Kapolres Samosir Harapkan Kerjasama “Tomas” dan “Togam” Aktif Sosialisasikan Filosofi Dalihan Natolu

Terkait Maraknya Kasus Pelecehan Seksual kepada Anak

Kapolres Samosir Harapkan Kerjasama “Tomas” dan “Togam” Aktif Sosialisasikan Filosofi Dalihan Natolu

Kamis, 22 Maret 2018 22:33 WIB
Kapolres Samosir AKBP Agus Darojat Sik
Samosir (SIB) -Kapolres Samosir, AKBP Agus Darojat Sik mengharapkan kerja-sama dan dukungan dari seluruh stake holder maupun tokoh masyarakat (Tomas) dan tokoh agama (Togam) untuk berperan aktif dalam mensosialisasikan filosofi Dalihan Natolu(Somba Marhula-Hula, Manat Mardongan Tubu, Elek Marboru). Terkait maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi pada beberapa waktu yang lalu di Kecamatan Simanindo.

Dia mengatakan, memang selama ini pihaknya melalui Bhabinkamtibmas telah melakukan sosialisasi agar masyarakat menjauhi dan tidak berbuat tindak pidana kejahatan di antaranya, narkoba, pencurian dan perbuatan seksual. Namun, hal itu juga harus mendapat dukungan maupun perhatian yang serius dari seluruh lapisan masyarakat. Dengan harapan dapat terciptanya situasi Kamtibmas yang aman, nyaman serta dapat menjunjung tinggi nilai-nilai sosial di tengah-tengah masyarakat.

Ditanya faktor penyebab maraknya pelecehan seksual di Samosir, dia melanjutkan, di antaranya, minimnya pengawasan dari orangtua serta minimnya tingkat kesadaran atau pengetahuan seorang pelaku. Bahwa perbuatan yang dilakukannya itu sangat bertentangan dengan hukum terlebih lagi dengan nilai-nilai budaya yang ada di Samosir, sekaligus perbuatan yang dapat merugikan orang lain harus diproses dan diberikan sanksi yang maksimal menurut peraturan perundangan-perundangan yang berlaku.

Kemudian saat ditanya kinerja Polres Samosir dalam mengungkap pelaku pencabulan anak di bawah umur, dia menegaskan, dari beberapa peristiwa yang ada di Samosir pihaknya juga telah berhasil menangkap dan mengamankan pelaku. Tetapi, untuk pelaku pencabulan di bawah umur di Desa Simanindo, pihaknya masih terus melakukan pengejaran. "Semoga dalam waktu dekat pelaku pencabulan itu dapat kita amankan dan mengimbau agar pelaku dapat menyerahkan diri ke Polsek atau Polres Samosir," terangnya.

Ditambahkannya, ke depannya untuk mencegah terjadinya peristiwa yang demikian bersama Pemkab Samosir pihaknya juga akan melakukan sosialisasi atau penyuluhan hukum kepada masyarakat di 9 kecamatan tentang resiko perbuatan yang dilarang dalam hukum. Dengan tetap mengedepankan nilai-nilai musyawarah atau kearifan lokal yang ada di kecamatan itu.

"Kiranya apa yang menjadi visi dan misi Polri dan Promoter (profesional, modern, terpercaya) Polri dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan kita bersama," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, AKS (51) warga Kelurahan Tuktuk Siadong melakukan pencabulan terhadap tiga anak di bawah umur yakni, NM (7), MBM (9) dan MM (9) di Tuktuk Sosor Galung, Kelurahan Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Rabu (7/3) lalu. Sedangkan PS(19) karyawan pelebaran jalan nasional lingkar Samosir, PT Pembangunan Perumahan (PP), yang tinggal di Desa Situngkir Kecamatan Pangururan, diduga melakukan pelecehan seksual kepada siswa SD Negeri 21 Simanindo, MS (7) warga Huta Sinapuran di Huta Langat Desa Simanindo, Kecamatan Simanindo,  Rabu (28/2) lalu. (H06/d)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments