Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Marsipature Hutanabe
  • Kajari Tebingtingggi Fajar R Manurung SH MH : Jangan Sampai Pemilu Rusak Sendi-Sendi Kehidupan

Kajari Tebingtingggi Fajar R Manurung SH MH : Jangan Sampai Pemilu Rusak Sendi-Sendi Kehidupan

Sabtu, 18 Januari 2014 16:20 WIB
(Foto SIB/Ist)
HORMAT : Kajari Tebingtinggi Fajar R Manurung SH MH saat bertindak sebagai pembina upacara gabungan TNI/Polri bersama PNS, Jumat (17/1) di lapangan Merdeka Jalan Sutomo.
Tebingtinggi (SIB)- Kepala Kejaksaan Negeri Tebingtinggi Fajar R Manurung SH MH mengingatkan semua pihak untuk tidak melibatkan diri dalam perkara yang bukan menjadi domainnya.

Ia juga meminta agar selalu mewaspadai bentuk provokasi dari pihak-pihak yang memiliki kepentingan dan tidak bertanggung jawab di tahun politik 2014.

Arahan itu disampaikan Fajar R Manurung SH MH saat memberikan bimbingan dan arahan  pada upacara gabungan TNI/Polri bersama PNS se kota Tebingtinggi, Jumat (17/1) di Lapangan Merdeka Jalan Sutomo.

“Tahun ini kita memasuki tahun politik,  diprediksi ke depan mendekati 9 April akan berkembang sangat dinamis seiring dengan makin intensitasnya aktivitas partai politik,” kata Manurung.

Hadir di upacara tersebut, Wali Kota Tebingtinggi Ir H Zunaidi Hasibuan MM, Kapolres AKBP H Enggar Pareanom SSos Sik, Kaden Brimob kompol Budiman Bostang Panjaitan SH SIK MH, Sekdakot Johan Samose Harahap, Humas PN Tebingtinggi, Ketua PA Tebingtinggi serta SKPD di jajaran Pemko Tebingtinggi.

Ditambahkan Fajar, semua elemen masyarakat di Sumatera Utara khususnya di Kota Tebingtinggi telah berkomitmen untuk melaksanakan pemilu Legislatif dan Pilpres secara demokratis dengan prinsip bahwa demokrasi bukan hanya memberi uang partisipasi politik kepada warga tapi juga bagaimana demokrasi itu bisa dibangun dengan bermartabat serta akuntabel.

Disebutkannya, pihaknya akan turut mengambil bagian untuk mensukseskan pesta demokrasi tersebut dengan cara melaksanakan sosialisasi berupa penerangan hukum kepada masyarakat mengenai pentingnya partisipasi dalam pelaksanaan pemilu.

Karena pemilu adalah suatu sarana untuk melaksanakan kedaulatan rakyat yang pelaksanaannya diselenggarakan secara langsung.

Diakuinya, bahwa setiap agenda Pilkada, nyaris selalu menimbulkan persoalan sosial yang patut diwaspadai dan diantisipasi bersama.

Dapat dipastikan akan terjadi ‘perjumpaan’ berbagai aspirasi dan kepentingan, yang tidak semuanya dapat seiring sejalan, dan wajar bila kemudian terjadi peningkatan suhu politik yang semakin panas.

Pada kesempatan itu Fajar juga menekankan  kepada  semua aparatur pemerintahan Tebingtinggi untuk benar-benar menjunjung tinggi komitmen netralitas dari segala kegiatan politik praktis,

“Mari kita menjaga jangan sampai even pemilu merusak sendi-sendi  kehidupan sosial ataupun persatuan dan kesatuan, serta menimbulkan gangguan terhadap stabilitas di kota Tebingtinggi yang kita cintai ini,” ajak Kajari. (C20/f)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments