Selasa, 07 Jul 2020
PalasBappeda

Jutaan Rupiah Uang Pelajar untuk Jajan di Raya

Rabu, 06 Agustus 2014 10:52 WIB
SIB/Jheslin M Girsang
JAJAN: Pedagang jajanan ‘diserbu’ pelajar SD di Raya ibukota Kabupaten Simalungun, Senin (4/8).
Simalungun (SIB)- Jutaan rupiah uang pelajar beredar setiap hari sekolah untuk keperluan jual-beli barang jajanan di Raya ibukota Kabupaten Simalungun. Pelbagai jenis barang jajanan terjual laris-manis di lingkungan sekolah. 

Ibu Eva salah seorang orangtua siswa mengaku selalu memberi uang jajan untuk anaknya Rp 5 ribu perorang tiap hari sekolah. Uang itu diperuntukkan anaknya membeli makanan atau minuman di lingkungan sekolah.

“Tiap hari, Rp 5 ribu perorang. Itu sih masih di lingkungan sekolah, lain lagi uang jajan setelah pulang ke rumah,” cetus Eva, Senin (4/8). 

Ia memiliki 2 anak, satu Kelas 3 SD dan satu lagi Kelas 3 SMP. Uang jajan kedua putranya itu kerap disamakan.

Jadi dibutuhkan setidaknya Rp 300 ribu perbulan hanya untuk keperluan jajan anaknya.

Menurut Eva, besaran uang jajan tersebut masih standar. Di pihak lain, ada anak yang mendapatkan uang jajan Rp 10 ribu perhari terutama pelajar SMA. Dengan memberikan uang jajan kepada anak sepertinya sudah ‘mendarahdaging’ bagi kalangan orangtua.

Salah seorang pedagang jajanan, Puja Kesuma menuturkan, usahanya mampu meraup untung Rp 150 ribu setiap berjualan di lingkungan sekolah.

Padahal, jenis makanan yang diperjualbelikan berupa bakso bakar dengan harga Rp 1.000 perpaket namun disukai pelajar SD.

Bila dagangannya tak habis terjual di satu lingkungan sekolah, ia pindah ke sekolah lain berharap dagangannya selalu habis terjual.

Berprofesi sebagai pedagang jajanan sudah lama digelutinya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pendidikan Raya Jan Pidin Damanik SPd mengatakan, jumlah total pelajar di Raya 9.775 orang meliputi 7 sekolah setingkat SMA/SMK, 6 SMP, 51 SD dan 17 TK PAUD. 

Berdasarkan pengamatan SIB, cukup banyak pedagang menjajakan jajanan di luar lingkungan sekolah persis di dekat pintu gerbang.

Sejumlah sekolah bahkan memfasilitasi kantin untuk keperluan makanan dan minuman bagi siwa dan guru. Pedagang jajanan selalu ‘diserbu’ pelajar.

Jika dirata-ratakan seorang pelajar mengeluarkan biaya jajan Rp 2 ribu perorang maka uang pelajar yang beredar untuk pedagang jajanan 9.775 x 2.000 = Rp 19.550.000. (C5/h)






T#gs PelajarRupiahUang
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments