Rabu, 13 Nov 2019

Irigasi Pokkalan di Nagori Bahal Gajah Longsor, Ancam Lahan Petani

admin Kamis, 11 Juli 2019 12:47 WIB
SIB/Revado Marpaung
LONGSOR: Daerah Irigasi Pokkalan di Nagori Bahal Gajah Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun tepatnya di Dusun Bahal Gajah Toba longsor. Akibatnya lahan masyarakat disekitar tebing terancam, Rabu(10/7).
Bahal Gajah (SIB) -Daerah Irigasi Pokkalan di Dusun Bahal Gajah Toba Nagori Bahal Gajah Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun longsor.

Informasi dihimpun SIB Rabu (10/7) dari sebagian masyarakat yang merasakan dampak longsornya irigasi tersebut U Marbun, R Pasaribu dan S Siahaan mengaku, longsornya terjadi tahun lalu, dan kondisinya semakin parah. Lahan milik warga juga mulai terkikis.

R Pasaribu menuturkan, longsor tersebut sangat meresahkan para petani di daerah itu. Pasalnya, disamping lahan milik warga semakin terkikis, jalan untuk menyeberang menjadi terancam karena kondisi longsor sudah semakin melebar.

"Kalau seperti ini terus, lahan para petani yang ada disekitar tebing akan semakin habis terkikis," kata R Pasaribu.

Mereka berharap agar pemerintah melalui dinas terkait mendengarkan keluhan kami ini. "Kami tidak bisa berbuat apa-apa kalau sudah seperti ini, lahan kami akan habis terkikis longsornya irigasi," ungkap Marbun.

Sementara Pangulu Nagori Bahal Gajah, Torkis Siburian ketika dikonfirmasi SIB mengatakan, longsornya irigasi Pokkalan sudah pernah dibicarakan. Namun memang belum ada tindak lanjutnya. Meski demikian, Torkis mengaku akan membuat proposal dan melaporkan ke dinas pengairan Kecamatan Sidamanik, ujarnya.

Amatan SIB di lapangan, longsornya daerah irigasi pokkalan sudah seperti jurang, karena kedalaman longsor mencapai sekitar 8-10 meter dan lebarnya 15-20 meter. Sehingga sudah mengancam areal persawahan masyarakat disekitar tebing.(S13/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments