Selasa, 21 Mei 2019

Imigrasi TBA Adakan Sosialisasi dan Pengukuhan Timpora se-Kabupaten Asahan

admin Kamis, 14 Maret 2019 16:29 WIB
SIB/Franky
SOSIALISASI: Kakan Imigrasi TBA Huntal Hutauruk memaparkan pengawasan orang asing kepada Timpora Kabupaten Asahan yang sudah dikukuhkan di aula Hotel Sabty Garden Kisaran, Rabu (13/3).
Kisaran (SIB) -Untuk meningkatkan pengawasan orang asing, Imigrasi kelas II B Tanjungbalai-Asahan melaksanakan sosialisasi sekaligus pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) di Kabupaten Asahan yang melibatkan Imigrasi, Polri, TNI dan Pemerintah setempat di aula Hotel Sabty Garden Kisaran, Rabu (13/3). Acara tersebut dihadiri oleh Kakan Imigrasi TBA Huntal Hutauruk, Kakan Kesbangpol Sorimuda Siregar, Kadisdukcapil Suprianto, Kadisnaker yang diwakili Nurdin, Camat, Danramil dan Kapolsek se-Asahan.

Kakan Imigrasi Kelas TBA Huntal Hutauruk dalam pengarahannya kepada peserta Timpora mengatakan, sangat penting melakukan pengawasan terhadap masuknya orang asing. Pengawasan ini juga dilakukan di tempat yang rawan seperti pelabuhan ilegal.
Timpora ini adalah suatu wadah di mana harus melakukan kegiatan pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) maupun dia bekerja dan menetap di negara Indonesia. Masuknya WNA ilegal ini bisa dari pelabuhan ilegal dan dengan adanya Timpora ini bisa memperkecil kedatangannya. "Mari sama-sama kita lakukan pengawasan WNA di setiap Kecamatan yang ada di Asahan ini," ujarnya.

Huntal juga menjelaskan, setiap WNA yang masuk ke Indonesia Timpora harus mengetahui apa kegiatannya untuk datang ke Indonesia. Jadi dengan dibentuknya Timpora ini, setiap WNA yang masuk bisa melapor. "Kalau ada WNA yang masuk ke Indonesia dan tidak melapor, maka WNA tersebut di deportasi dan diblacklist hingga beberapa tahun. Sedangkan untuk sponsor yang mendatangkan WNA tersebut bisa dipidana sesuai dengan undang-undang RI," ucapnya.

Disebutkan Huntal lagi, pada tahun 2016 pihak Imigrasi RI sudah meluncurkan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA) yang mana bisa digunakan untuk melaporkan orang asing yang tinggal di hotel dan bekerja di perusahaan ternama dan menengah. "Bagi perusahaan atau hotel yang menggunakan APOA harus melakukan register kepada Imigrasi," ujarnya. Sedangkan WNA yang ingin berkunjung ke tempat saudaranya di Indonesia bisa melapor secara manual ke Imigrasi tanpa harus menggunakan APOA tersebut. "Saudara WNA tersebut harus melapor ke Imigrasi bahwa kalau WNA itu tinggal di rumahnya," ungkapnya.

Huntal juga mengharapkan, agar Timpora yang dikukukan ini dapat bekerja dengan baik sebagaimana yang diharapkan dapat mengatisipasi masuknya WNA ilegal. "Dalam pengukuhan Timpora ini, kita juga melibatkan TNI, Polri dan Pemerintah setempat," ujarnya kepada SIB usai kegiatan tersebut.

Usai menyampaikan sosialisasi dan pengukuhan Timpora, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dimana peserta yang dikukuhkan ini bisa bertanya langsung seperti apa penanganan dan bentuk pengawasan. (E06/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments