Minggu, 20 Sep 2020

Hujan Terus Menerus di Labusel, Warga Khawatir Empat Kecamatan Dilanda Banjir

Rabu, 16 September 2020 14:03 WIB
IST

Ilustrasi Air hujan

Kotapinang (SIB)
Sejumlah kawasan desa di empat Kecamatan Kotapinang, Torgamba, Sei Kanan dan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) dikhawatirkan mengalami banjir bila hujan dengan intensitas tinggi seperti saat ini yang turun secara terus menerus siang malam bahkan hingga pagi hari, terlebih akibat debit air sungai kiriman yang tinggi dari hulu Sungai Barumun.

Hal ini akan terjadi berdasarkan pengalaman yang hampir setiap tahunnya. Sebab banjir melanda di empat kecamatan ini bila air Sungai Barumun yang melintasi empat kecamatan meluap, maka arus air akan tumpah ke kawasan Langgapayung, Sei Rampah Torgamba, Labuhan Tanjung Medan dan Kotapinang sekitarnya yang merupakan hilir Sungai Barumun.

Beberapa warga Kampung Labuhan Kotapinang kepada SIB, Selasa (15/9) mengakui kekahwatiran akan banjir tersebut bakal terjadi, sebab dari pengalaman selama ini, apabila hujan deras turun secara terus menerus pasti air Sungai Barumun meluap.

Hal ini juga terjadi disebabkan semakin dangkalnya alur Sungai Barumun, sehingga bila debit air besar yang turun dari hulu sungai, alur Sungai Barumun tidak mampu menampung, maka air meluap keluar membanjiri lahan-lahan pertanian, pemukiman penduduk dan akses jalan yang tinggi air bisa mencapai 50 Cm bahkan sampai 1 meter.

Senada dengan warga Desa Tanjung Medan, Kecamatan Kampung Rakyat Labusel memprediksi hal yang sama terlebih lagi disaat hujan turun di malam hari sudah pasti akan terjadi banjir.

Sebab itu, warga yang bermukim di sepanjang kawasan sungai meminta kepada pemerintah pusat maupun daerah Kabupaten Labusel agar alur Sungai Barumun dikeruk sehingga bila air meluap dari hulu Sungai Barumun dapat ditampung dan tidak meluap ke pemukiman penduduk.

Demikian juga muara Sungai Barumun di Kotapinang yang semakin dangkal akibat tidak pernah dikeruk. Jadi tidak heran kalau alur Sungai Barumun tidak mampu menampung debit air besar yang turun akibat musim penghujan maupun air kiriman dari hulu sungai.

Inilah penyebab banjir musiman menggenangi lahan pertanian dan kawasan pemukiman di Kotapinang. (L05/c)

T#gs Dilanda BanjirEmpat KecamatanHujan Terus MenerusLabuselwarga khawatir
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments