Minggu, 27 Sep 2020

dalam Sehari, 2 Kelompok Massa Datangi Kantor DPRD Simalungun

Himapsi Datangi Polres Minta Usut Tuntas Kasus Perambahan Hutan

Jumat, 02 Mei 2014 17:22 WIB
SIB/Jheslin M Girsang
KAPOLRES:Kapolres AKBP Andi S Taufik membubuhkan tandatangan pada spanduk yang bertuliskan "Stop Perambahan Hutan di Simalungun" saat kelompok Himapsi berunjukrasa di Mapolres, Rabu (30/4).
Simalungun (SIB)- Dalam sehari, 2 kelompok massa melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor DPRD Simalungun di Pamatang Raya, Rabu (30/4). Aksi pertama dilakukan massa yang mengatasnamakan Lembaga Peduli Pembangunan Silou Kahean (LP2SK) disusul massa dari Dewan Pengurus Cabang (DPC) Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (Himapsi) Kota Pematangsiantar. Kedatangan massa LP2SK disambut  Ketua DPRD Binton Tindaon SPd bersama anggota DPRD seperti Johalim Purba, H Sulaiman Sinaga.

Kordinator aksi dari LP2SK Hotlan Purba dalam orasinya menyebutkan, masyarakat Silou Kahean terganggu adanya oknum yang berupaya menggagalkan daerah Silou Kahean menjadi lokasi latihan militer atau  Simalungun Military Training Area (Simtra).

Padahal menurutnya semenjak daerah Silou Kahean dijadikan lokasi Simtra sebahagian besar daerah yang dulunya terisolir kini sudah terbuka akses jalan sehingga mempermudah masuknya sarana informasi dan transportasi yang memberikan kontribusi positif bagi kemakmuran dan kesejahteraan warga.

Kehadiran TNI ke daerah kami memberikan kontribusi positif bagi kemajuan pendidikan generasi muda dimana setiap kali diadakan latihan, personil TNI selalu datang dan berkunjung ke sekolah- sekolah memberikan pelatihan dan penyuluhan anti narkoba, penyuluhan AIDS, pengobatan gratis, pelatihan dasar militer  serta pelatihan kepemimpinan. Untuk itu kami berharap pihak DPRD Simalungun berpihak kepada rakyat, katanya.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD mengatakan hingga saat ini pihaknya tidak  pernah mendengar adanya penolakan lokasi Simtra di Silou Kahean.

“Kami dari DPRD Simalungun pada prinsipnya mendukung segala kegiatan yang dilakukan apalagi yang sifatnya membangun, siapapun orangnya. Oleh karenanya kalau ada orang yang mengatakan ada penolakan saya heran dan siapa orangnya?” kata Binton.

Usai Ketua DPRD memberikan jawaban, tidak berapa lama kemudian 10 orang pemuda yang mengatasnamakan dari Himapsi Pematangsiantar datang. Namun kedatangan mereka ke DPRD bukan untuk melakukan orasi melainkan melaksanakan kegiatan yang mereka sebut “manguras” dengan maksud “membersihkan” gedung Kantor DPRD dari roh-roh jahat dengan cara menyiram air jeruk purut ke sekitar bangunan kantor . Usai melakukan kegiatan tersebut, selanjutnya orang itu meninggalkan  Kantor DPRD dengan pengawalan pihak kepolisian.

Setelah dari Kantor DPRD, selanjutnya massa LP2SK mendatangi Kantor Bupati, disambut Asisten I Eka Hendra SSos dan Asisten II Drs Zannas Malau.

Sebelum ke Kantor DPRD Simalungun, massa Himapsi pertama kali mendatangi Mapolres  di Pamatang Raya, meminta  kepolisian mengusut tuntas dalang dan pelaku perambahan hutan khususnya yang terjadi di Dolok Silau, Raya Kahean dan Silau Kahean.

Massa mengusung sejumlah poster, melakukan aksi teatrikal dan orasi. Mereka disambut puluhan personil polisi yang merapatkan barisan di pintu gerbang masuk Mapolres. Unjukrasa kelompok mahasiswa dan pemuda ini berjalan tertib.

Kordinator aksi, Radi Garingging menyampaikan pernyataan sikap di antaranya meminta polisi tanpa pilih kasih dalam mengusut tuntas dalang dan pelaku perambahan hutan. Menurut mereka, pengerusakan hutan sudah menjadi kejahatan yang luar biasa, terorganisasi dan lintas negara yang dilakukan dengan modus operandi yang canggih telah mengancam kelangsungan hidup masyarakat.

Kapolres AKBP Andi S Taufik SIK MSi mengatakan, Polri tidak akan melakukan pembiaran terhadap perambahan hutan. Penegakan hukum berjalan sesuai prosedur dan meminta kelompok massa mengawasi proses hukum yang ditangani Polres Simalunguns.(C14/C5/c)


T#gs Himapsi
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments