Jumat, 14 Agu 2020

Harga Serai Wangi Anjlok, Petani di Gayo Lues Mengeluh

redaksisib Senin, 13 Juli 2020 11:36 WIB
kumparan.com

Ilustrasi

Gayo Lues (SIB)
Petani mengeluhkan anjloknya harga komoditi serai wangi di Gayo Lues. Padahal tanaman itu sebelumnya, merupakan sumber penghasilan yang cukup besar bagi masyarakat.

Kini tanaman komoditi unggulan serai wangi beberapa kecamatan telah banyak ditinggalkan masyarakat hingga menjadi lahan kosong.

Salah seorang petani serai wangi, warga Desa Rema Baru, Kecamatan Kutapanjang l Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh, Khairul menyampaikan pada awak media ini, Sabtu (11/7) di lokasi kebun miliknya, tahun lalu harga serai wangi per kilogram Rp 350.000.

“Lahan kami hanya satu hektar dapat menghasilkan 50 kilogram minyak dengan hasil rata-rata Rp 35. 000.000 selama 6 bulan. Namun akibat jungkir balik harga minyak serai wangi saat sekarang ini hanya sekitar Rp 150.000. Banyak lahan kebun masyarakat di tinggalkan karena tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Lanjut Khairul sekarang mereka mencari lahan kebun yang baru di daerah Kecamatan Putri Betung, untuk beralih ke tanaman muda seperti pisang, cabe dan jahe untuk memulihkan perekonomian, karena kondisi tanaman serai kurang menghasilkan lagi.

"Bagi kami ini suatu solusi yang sangat tepat sehingga nantinya ekonomi masyarakat tanpa menunggu carut-marut dengan cepat harus beralih dengan tanaman yang menghasilkan untuk kebutuhan hidup di wilayah Negeri Seribubukit, Kabupaten Gayo Lues. Provinsi Aceh," ungkapnya. (KS/d)
T#gs AnjlokGayo LuesmengeluhSerai Wangi
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments