Jumat, 14 Agu 2020

Harga Anjlok, Petani Silimakuta Biarkan Sayur Putih Busuk di Ladang

Selasa, 07 Juli 2020 11:48 WIB
Foto SIB/Mey Hendika Girsang
DIBIARKAN: Sayur putih dibiarkan petani busuk di ladang, karena harga anjlok. Foto dipetik, Senin (6/7) di perladangan Nagori Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun. 
Simalungun (SIB)
Sejumlah petani di Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun membiarkan sayur putih yang ditanamnya membusuk di ladang. Hal itu dilakukan petani karena harga anjlok.

"Sudah harganya anjlok, tidak laku lagi. Itu makanya dibiarkan busuk di ladang. Biar jadi kompos," keluh seorang petani sayur putih, Dosmin Sipayung, Senin (6/7).

Dia menerangkan, harga sayur putih saat ini, Rp 300 per kg di tingkat petani. Harga itu sudah terjadi sekitar 2 bulan terakhir.
"Sudah hampir 2 bulan inilah harga anjlok. Belum ada perubahan signifikan, membuat petani rugi," ungkapnya.

Hal senada disampaikan petani lain, di antaranya Rusli Purba dan Herdin Haloho. Disebut, anjloknya harga sayur putih sangat menyusahkan petani.

"Biasanya, walaupun harga anjlok, tetap ada pembelinya. Sekarang ini, tidak. Sudah harga anjlok, pembeli pun tidak ada. Itu makanya dibiarkan saja di ladang," sebut Herdin.

Melihat keadaan itu, petani berharap, ada perubahan harga, minimal di harga Rp 1.000 per kg di tingkat petani. Jika tidak, petani enggan meningkatkan produksi di musim tanam periode berikutnya. (S06/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments