Kamis, 12 Des 2019

Harapan Mempertahankan Menteri Asal Nias Diperdebatkan

admin Minggu, 16 Juni 2019 12:40 WIB
SIB/Dok
Yasonna Laoly
Nias Barat (SIB) -Harapan agar Yasonna Laoly dapat dipertahankan sebagai menteri pada kabinet kerja Presiden Joko Widodo periode berikutnya pada berita sebelumnya menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat, Jumat (14/6).

Beberapa kalangan menilai sejak diberi jabatan Menteri oleh Presiden Jokowi, belum ada dampak yang dirasakan khususnya di Kepulauan Nias meski Yasonna berasal dari Nias. Alokasi pembangunan sama saja meski ada pejabat mewakili pulau Nias di pusat.
Sebagian merasa kalau tidak ada manfaat langsung bagi masyarakat bila menteri itu dipertahankan, tetapi kepada para pejabat di Nias mungkin berpengaruh. Sebagian lagi justru menginginkan agar posisi tersebut dapat dipertahankan. Perdebatan warga hangat membahas berita yang dibagikan pada media sosial facebook itu.

Menanggapi hal itu, Ketua FKI-1 (Forum Komunikasi Indonesia) Gunungsitoli Irwanto Hulu berpendapat, jika masih memungkinkan, Presiden tetap mempertahankan menteri dari tokoh Kepulauan Nias. Jika mempertahankan Yasonna hal yang baik, selama menteri berpartisipasi menyumbangkan pemikiran dalam event-event bertaraf regional hingga nasional semisal pesta budaya. Kemudian telah mendirikan kantor imigrasi kelas II B di Kepulauan Nias, memudahkan masyarakat dalam melakukan pengurusan surat-surat penting dan perjalanan luar negeri.

Namun jika Presiden harus mengganti, diminta tetap memilih sosok tokoh Nias yang saat ini banyak berkiprah di kancah perpolitikan nasional maupun bidang profesional seperti Firman Jaya Daeli (Politisi), Mayjen (Purn) Christian Zebua (Mantan Pangdam Cendrawasih), Prof Suahasil Nazara (Kepala Badan Kebijakan Fiskal) dan lainnya. "Intinya, dalam mengembangkan wilayah Kepulauan Nias yang terisolir di tengah samudera, dibutuhkan sosok perwakilan masyarakat Nias menjadi menteri untuk bisa menyambungkan aspirasi masyarakat dengan pemerintah pusat.

Tokoh masyarakat Nias Barat Siado Zai pun menilai wajar bila ada pro-kontra di kalangan masyarakat, namun yang pasti segala sesuatu yang berkaitan dengan pengangkatan menteri itu merupakan hak prerogatif Presiden. Jadi, penilaian kinerja, kelayakan ataupun yang lainnya sudah pastilah disiapkan dengan matang bila akan mengganti maupun mempertahankan menteri.

Namun, sebagai mantan birokrat, Siado mengatakan bahwa keberadaan Yasonna pada jajaran menteri patut dibanggakan. Ketika dikaitkan dengan minim perhatiannya ke Nias, sangat tidak fair karena tidak mungkin Menkumham mengurusi pekerjaan yang menjadi Tupoksi dari menteri lain.

"Pak Yasonna bagus, saya rasa bukan hanya Kepulauan Nias, dia selalu memfasilitasi bila ada hal ataupun sesuatu yang harus dihubungkan dengan Kementerian lain, beliau selalu siap memfasilitasi. Namun untuk tindaklanjutnya tentu tergantung follow up dan kesiapan dari pihak terkait, " kata Pria yang turut memenangi Pileg Nisbar April lalu. (N03/BR9/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments