Minggu, 21 Jul 2019

3 Kali Pembacaan Ditunda

Hakim PN Sibolga Ultimatum JPU akan Surati Kajati Sumut

admin Kamis, 11 Juli 2019 12:51 WIB
Sibolga (SIB) -Sidang kasus tindak pidana penganiayaan warga sipil oleh 3 oknum Satpol PP Tapanuli Tengah di Pengadilan Negeri Sibolga, Senin (8/7), dengan agenda pembacaan tuntutan kembali ditunda. Penundaan sudah tiga kali dengan peringatan dari majelis hakim.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) batal membacakan tuntutan karena surat tuntutan belum selesai disusun. Pantauan di ruang sidang yang dipimpin Hakim Ketua Marolop Bakkara didampingi anggota Obaja Sitorus dan Tetty Siska, akhirnya ditunda setelah mendengar penjelasan JPU, Syahkrul Efendi Harahap.

Majelis Hakim sempat kesal karena JPU tak kunjung menyiapkan surat tuntutan hingga tiga kali sidang berturut-turut, sehingga membuat persidangan perkara ini berlarut-larut. Untuk itu, Majelis Hakim memberi ultimatum kepada JPU untuk menyelesaikan tuntutannya pada sidang berikutnya yang dijadwalkan Kamis, 18 Juli 2019.

Bahkan, Majelis Hakim sampai menyatakan akan menyurati Kajari Sibolga dengan membuat tembusan surat ke Kajati Sumut terkait hal itu.

"Penundaan pembacaan tuntutan ini sudah 3 kali, sehingga membuat perkara ini berlarut-larut. Kami akan buat surat ke Kejari Sibolga dengan tembusan ke Kejaksaan Tinggi," ujar hakim.

Terkait surat tuntutan yang tak kunjung siap, JPU Syakhrul Efendi Harahap berdalih tuntutan yang telah diajukan belum turun dari pimpinan.

"Kita sudah ajukan tuntutannya, tapi belum turun dari pimpinan," kata Syakhrul ketika ditanyai wartawan usai persidangan.
Sebelumnya Ketua Majelis Hakim Alex Tahi M H Pasaribu, didampingi anggota, Marolop Bakkara dan Tetty Siska telah memperingatkan konsekuensi atas penundaan pembacaan tuntutan tersebut.

"Sidang pembacaan tuntutan sudah dua kali ditunda, jangan sampai 3 kali. Kalau tiga kali sudah tahu apa konsekuensinya kan?" ucap Alex kepada JPU.

Perkara penganiayaan yang dilakukan oknum Satpol PP Tapanuli Tengah terhadap 3 warga, David Butarbutar (43) dan 2 anaknya, Pangeran Jonatan dan Samuel Butarbutar, di warung milik David di Lingkungan II Sibuluan Nauli, Kelurahan Sibuluan, Kecamatan Pandan, pada 29 November 2018 itu cukup menarik perhatian publik.

Pasalnya, ketiga korban mengalami luka serius hingga harus menjalani opname di rumah sakit. Selain itu, penganiayaan itu terjadi saat belasan personel Satpol PP melakukan penertiban warung yang diduga ilegal. Ada belasan personil yang menyaksikan terjadinya penganiayaan tersebut.(G04/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments