Kamis, 06 Agu 2020

Fraksi Golkar Hati Nurani Rakyat DPRD Toba Soroti Besarnya SiLPA APBD 2019

Rabu, 08 Juli 2020 14:19 WIB
biroumum.bantenprov.go.id

Ilustrasi

Toba (SIB)
Fraksi Golkar Hati Nurani Rakyat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Toba, soroti adanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) tahun 2019 yang mencapai Rp 53, 37 miliar. Angka itu dinilai terlalu besar.

Hal itu disampaikan Fraksi Golkar Nurani Rakyat DPRD Toba dalam pandangan fraksinya yang dibacakan Thomson Manurung dalam lanjutan rapat paripurna pembahasan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019 yang dipimpin Ketua DPRD Toba Effendy P Napitupulu, Selasa (7/7).

Menurut Fraksi Golkar Hati Nurani Rakyat, pada rapat paripurna yang juga dihadiri Bupati Toba Darwin Siagian dan Wabup Hulman Sitorus, dilihat dari aspek perencanaan, berarti masih banyak kegiatan yang tertunda . Bahkan tidak dapat dilaksanakan. Ini berarti target yang sudah ditetapkan tidak terealisasi.

Seharusnya perencanan program kegiatan sudah melalui kajian yang menyeluruh. Sehingga tidak ada lagi alasan kegiatan tidak bisa dilaksanakan hanya karena persoalan - persoalan teknis seperti gagal lelang, kehabisan waktu dan lainnya, sehingga anggaran dikembalikan ke kas daerah.

Demikian juga pendapatan asli daerah (PAD), yang tidak tercapai 100 persen. Dari target Rp 72.417.846.949,04, hanya terealisasi sebesar Rp 68.046.526.605,06.

Dilihat dari aspek perencanaan, ada ketidak cermatan dalam menentukan target capaian . Asumsi yang digambarkan dalam target berarti masih mentah. Tercapainya PAD sebesar 93, 39 persen, belum menggambarkan hasil capaian program OPD dalam berkreasi optimal potensi dalam rangka meningkatkan PAD secara signifikan. Oleh karenanya, perlu kajian potensi pendapatan daerah yang konprehensif sehingga target pendapatan benar - benar di angka yang moderat, sebut Ketua Fraksi ini.

Menurut Fraksi Golkar, orientasi belanja untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat, harus menjadi prioritas dibandingkan belanja untuk memenuhi kebutuhan birokrasi. Untuk itu, Fraksi Golkar Hati Nurani Rakyat, memberikan catatan, agar pemenuhan hak dasar dan kesejahteraan harus didahulukan dan harus ada semangat afirmasi yang kuat untuk memprioritaskan kegiatan yang langsung dirasakan oleh masyarakat Toba. (H01/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments