Jumat, 24 Jan 2020
  • Home
  • Marsipature Hutanabe
  • Empat Tahun Ditangani Polres Tanjungbalai, Tersangka Korupsi Mesin Pengolah Sampah Rp1,8 M Belum Ditetapkan

Empat Tahun Ditangani Polres Tanjungbalai, Tersangka Korupsi Mesin Pengolah Sampah Rp1,8 M Belum Ditetapkan

redaksi Selasa, 14 Januari 2020 20:42 WIB
news.detik.com
Ilustrasi Korupsi
Tanjungbalai (SIB)
Empat tahun kasus dugaan korupsi pengadaan mesin pengolah sampah anorganik senilai Rp1,8 miliar, Polres Tanjungbalai belum tetapkan tersangka dan kerugian negara.

Sejak dugaan korupsi proyek Dinas Kebersihan dan Pasar Kota Tanjungbalai itu ditangani Polres Tanjungbalai, belum ada titik terang hasil penyelidikan kasusnya. Penanganan kasus dugaan korupsi proyek senilai Rp1,8 miliar yang bersumber dari dana APBD TA2015 itu, telah berjalan sejak tahun 2016.

Sudah beberapa kali pergantian Kapolres Tanjungbalai, mulai dari AKBP Ayep Wahyu Gunawan hingga AKBP Irfan Rifai, belum ada informasi perkembangan pengungkapan kasusnya. Bahkan Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai, menegaskan kepada wartawan, pihaknya akan menetapkan tersangka dugaan korupsi mesin pengolah sampah anorganik, pada pertengahan Januari 2019.
Setelah berakhirnya tahun 2019, belum diperoleh keterangan resmi terkait penetapan tersangkanya. Kapolres Tanjungbalai AKBP Putu Yudha Prawira yang dikonfirmasi SIB, Senin (13/1) mengatakan, kasus dugaan korupsi pengadaan mesin pengolah sampah anorganik masih tetap berjalan.

"Proses sidik masih terus berjalan, menunggu hasil gelar perkara dari Polda untuk penetapan tersangkanya," ujar Putu.
Sejumlah pejabat Dinas Kebersihan dan Pasar (sekarang Dinas Lingkungan Hidup) telah dimintai keterangan oleh penyidik Polres Tanjungbalai. Salah seorang di antaranya Kabid Program Fadli, membenarkan telah memberikan keterangan kepada Polres Tanjungbalai.

Proyek pengadaan mesin pengolah sampah anorganik berbiaya Rp1,8 miliar itu, dikerjakan CV NA dengan nilai kontrak Rp1,6 miliar lebih. Menurut pengakuan Fadli kepada SIB, sesuai hasil konfirmasi tanggal 16 April 2016, sebanyak 11 buah peralatan mesin pengolah sampah itu. Hanya genset yang memiliki merek sedangkan lainnya tidak bermerek.
"Fungsi mesin itu untuk pengolahan sampah plastik," ujar Fadli mengaku diperiksa saat itu sebagai pejabat perencanaan kegiatannya. (A08/f)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments