Jumat, 18 Okt 2019

Dirut PTPN III Holding Ditahan, Karyawan Perkebunan di Torgamba Apresiasi Kerja KPK

admin Rabu, 18 September 2019 19:56 WIB
Kotapinang (SIB) -Dua minggu lebih setelah Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III) Holding, Dolly Pulungan bersama Direktur Pemasaran I Kadek Kertha Laksana ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena diduga menerima uang suap SGD 345.000 dari Pioeko, sejumlah karyawan perkebunan kelapa sawit PTPN III Torgamba berbondong-bondong ke salah satu warung di Cikampak, Senin (16/9). Mereka ramai-ramai menanyakan penahanan Dolly Pulungan dan I Kadek Kertha Laksana.

Selepas kerja, para karyawan meluangkan waktu untuk berkumpul di dalam warung yang masih dalam proses pembangunan tersebut. Mereka mengapresiasi dan mendukung KPK untuk membersihkan Holding BUMN Perkebunan hingga ke unit-unit usaha perkebunan dari pelaku korup dan penerima suap. Apalagi Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK itu diduga dilakukan sehubungan dengan banyaknya persoalan. Salah satunya mengenai kondisi keuangan PTPN III Holding berdampak pada kemampuan pada modal pemupukan tanaman.

"Saya datang ke sini karena banyak mengetahui dari grup-grup media sosial (medsos) dan membaca surat kabar Harian SIB bahwasanya Direktur Utama PTPN III Holding Dolly Pulungan dan Direktur Keuangan I Kadek Kertha Laksana ditahan KPK sebagai tersangka penerima suap distribusi gula. Sebagai karyawan PTPN III kebun Torgamba saya ikut mengapresiasi KPK," katanya kepada SIB meminta jati dirinya dirahasiakan.

Senada, Bayon yang sengaja datang ke Cikampak bersama teman-temannya dari Bukit Tujuh Torgamba dengan mengendarai sepeda motor mendapat informasi dan undangan acara bincang-bincang bersama teman-temannya yang dilaksanakan di salah satu warung.

Sekedar ikut mendengar dan ingin tahu informasi yang sebenarnya. "Kita banyak membaca pemberitaan di media maenstream, pesan aplikasi media sosial dan pemberitaan media cetak Harian SIB, memberitakan Pak Dolly Pukungan dan Kadek Kertha Laksana benar sudah ditahan oleh KPK di Jakarta karena menerima suap distribusi gula dari Pioeko. Tentu sebagai masyarakat maupun sebagai karyawan merasa senang, sebab Holding BUMN Perkebunan PTPN III khususnya tidak lagi dipimpin oknum bermental korup dan penerima suap."

Dia juga berharap bisa diungkap secara terang benderang. "Sudah cukup perilaku pimpinan mencoreng wajah PTPN III Holding," tegasnya.

Menanggapi perbincangan para karyawan perkebunan ini, Ir Husni Rizal Siregar anggota DPRD Labusel Dapil Torgamba mengaku sangat menghargai sikap spontanitas karyawan tersebut. KPK disebut Rizal sudah bekerja dengan baik dan hasil pemeriksaan serta penahanan dirut PTPN III Holding jelas berdasarkan alat bukti yang cukup.

"Sikap spontanitas masyarakat perkebunan itu terjadi karena mereka merasakan ketidakadilan untuk kesejahteraan karyawan dan pembiaran perawatan lahan HGU berakibat karyawan kesulitan menggali produksi. Oleh karena itu, masyarakat perkebunan PTPN III kebun Torgamba patut mengapresiasi KPK. Mereka juga berharap PTPN III Holding akan lebih baik dan maju ke depan," kata Rizal. (L05/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments