Rabu, 20 Nov 2019

Terkait Bantuan Modal Rp 15 M ke BUMD Nisel

Dirut: Penggunaan Dana Sesuai Aturan, Saya Bertanggungjawab

Rabu, 12 Februari 2014 15:04 WIB
SIB/Int
Ilustrasi
Nisel (SIB)- Setelah memintai keterangan Dirut BUMD, PT Bumi Nisel Cerlang (BNC) Arisman Zagoto terkait dana penyertaan modal perusahaan tahun anggaran 2012 Rp 15 miliar, Kejari kembali memintai keterangan Bendahara BNC Yulius Dachi, Camat Telukdalam Meniati Dachi dan salah seorang oknum kepala desa.

Kajari Telukdalam I Made Swarjana SH MH melalui Kasi Pidsus Richard Marpaung SH MH Selasa (11/2) menerangkan,Yulius dimintai keterangan sebagai bendahara yang mengeluarkan dana peruntukan belanja apa saja dan kapan untuk selanjutnya dipadukan dengan keterangan yang lain.

Sedangkan Camat yang dipanggil sesuai kapasitasnya, sebagai pejabat pembuat akta tanah (PPAT) dalam proses program kerja yang dijalankan PT BNC pada masa itu.

Selanjutnya kata Richard meminta keterangan oknum kepala desa sebagai yang memiliki wilayah secara administrasi. “Kami masih tetap pengumpulan data dan penyelidikan,” katanya seraya mengakui masih memanggil sejumlah oknum yang berkompeten.

Penggunaan Dana Sesuai Aturan
Terpisah, Dirut PT BNC Arisman Zagoto yang dihubungi SIB mengakui jika dirinya dimintai keterangan terkait penyertaan modal APBD TA 2012 Nisel kepada PT BNC. Dia menerangkan penggunaan dana sesuai aturan berlaku dan dirinya bertanggung jawab penuh.

“Benar dana Rp 15 miliar kami terima melalui perusahaan dan dibelanjakan untuk tanah peruntukan investasi PT BNC,” jawabnya atas konfirmasi SIB.
Ia menuturkan, PT BNC memiliki sejumlah bidang-bidang program antara lain agrobisnis, pertanian, konstruksi serta hiburan dan jasa.

Tahun 2012 pihaknya hendak mengembangkan hiburan dan menggagas pendirian bangunan hotel dan water park di kawasan Baloho Indah.

Pihaknya pun memulai dengan rencana belanja lahan. Tim yang dibentuk mencari lahan, setelah beberapa kali negosiasi akhirnya menemukan lahan milik warga di Baloho seluas 8 hektare.

Untuk mengkaji harga tanah sesuai NJOP pihaknya mengundang sejumlah swasta dan konsultan publik.

Sejumlah konsultan kala itu mengestimasi harga tanah bervariasi, ada yang mengatakan per meter Rp 400.000, Rp 300.000 bahkan Rp 125.000, dan akhirnya disebutkan setelah pertimbangan matang disepakati harga tanah Rp 125.000 per meter.

Ia pun selanjutnya dikatakan melaporkan kepada pemegang saham dan pihak-pihak berkompeten dan tanah dibelanjakan seluas 8 hektare.

“Total tanah itu bernilai Rp 10 miliar, dalam pengerjaan ada biaya operasional dan lain-lain yang kami sudah pertanggung jawabkan dalam rapat umum pemegang saham, kala itu dana Rp 15 miliar bersisa 3,55 miliar dan kami ajukan untuk dipergunakan pada tahun anggaran berikut,” paparnya.

Dengan pemaparan itu disebutkan, pihaknya sangat yakin tidak bersalah dalam mengolah anggaran. “Saya siap mempertanggungjawabkannya, anggaran itu jelas penggunaannya,” tutupnya. (C9/c)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments