Selasa, 10 Des 2019

Dinas Pertanian Karo Sosialisasi Pencegahan Penyakit Ternak Babi di Lau Baleng

redaksi Kamis, 14 November 2019 16:30 WIB
FajarSumatera
Ilustrasi

Tanah Karo (SIB)
Setelah ternak babi mati terserang virus terus mengalami peningkatan, Dinas Pertanian Kabupaten Karo melakukan sosialisasi ke daerah terdampak virus di Kecamatan Lau Baleng dan Mardinding, Senin (11/11) dipusatkan di Losd Desa Martelu Kecamatan Lau Baleng, Karo.


Kadis Pertanian Karo Matehsa Karo-Karo yang diwakili Kasi Kesehatan Hewan Drh Margaretha Siska Br Tarigan didampingi Drh R Imelda Br Samosir, Drh Florida Br Tarigan dan Ka UPT Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) Wilayah II Sondang Gultom SP menegaskan bahwa penyakit demam babi tidak menular ke manusia.


"Daging babi sehat tetap aman dikonsumsi manusia. Namun harus lebih cermat dalam mengolahnya. Sebelum dikonsumsi, daging babi harus dimasak dengan matang," ungkapnya.


Ditegaskan juga, ternak babi yang sudah terserang virus sampai sejauh ini belum ada vaksinnya. Sehingga kita hanya butuh solusi untuk pencegahan dengan memberikan makanan tambahan (suplemen) vitamin agar menambah daya tahan tubuh hewan. Selain itu, kandang harus bersih, pakan harus dimasak dan memberikan obat cacing secara rutin.


Langkah penanggulangan lainnya kata Siska, tidak memasukkan ternak babi dari luar daerah. Termasuk ternak babi yang sakit harus dipisahkan dari babi yang sehat. Membersihkan kandang setiap hari, kotoran dikumpulkan satu tempat dan jangan dibawa ke luar lokasi kandang agar penyebaran virus tidak meluas. Peternak dihimbau juga melakukan penyemprotan kandang dengan desinfektan minimal satu kali sehari. Bagi kandang yang belum terinfeksi cukup tiga kali seminggu. Selanjutnya pakan ternak seperti sisa-sisa makanan dari limbah rumah tangga atau rumah makan harus dimasak dengan sempurna.


Drh Imelda juga menyampaikan beberapa gejala penyakit demam babi di antaranya demam tinggi (41 derajat), gejala awal diare, bintik-bintik merah pada telinga, perut dan paha. Kebiruan pada kulit, tidak ada nafsu makan dan kejang pada bagian kaki belakang. "Bila ditemukan gejala-gejala tersebut, segera melaporkan kepada petugas kesehatan hewan setempat," ujarnya. (K01/t)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments