Sabtu, 23 Nov 2019

Masyarakat Karo Resah

Diisukan Gunung Sinabung Akan Amblas dan Jadi Danau

* 6672 Siswa dan 477 Mahasiswa Peroleh Beasiswa
Senin, 10 Februari 2014 09:27 WIB
SIB/Int
Gunung Sinabung
Medan (SIB)- Ketua Komisi A DPRD Sumut Pt Layari Sinukaban SIP meminta masyarakat Karo agar jangan percaya adanya isu-isu bahwa riwayat erupsi Gunung Sinabung akan berakhir dengan amblas kemudian manjadi sebuah danau “raksasa” yang akan menenggelamkan setengah dari wilayah Tanah Karo, sebab isu yang beredar di tengah-tengah masyarakat saat ini tidak mengandung kebenaran.

“Masyarakat jangan resah mendengar isu-isu yang beredar tentang Gunung Sinabung saat ini. Isu itu tidak benar dan diduga disengaja disebarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab.

Masyarakat perlu tahu, Gunung Sinabung tidak akan meletus secara dahsyat, apalagi amblas dan menjadikan sebuah danau besar menenggelamkan Tanah Karo,” tegas Layari Sinukaban kepada wartawan, Minggu (9/2) di Medan seusai berkunjung ke Tanah Karo.

Menurut politisi Partai Demokrat Sumut itu, dari penjelasan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Sinabung M Hendrasto ketika rapat dengan Kemenperaktif (Kementerian Parwisata dan Ekonomi Kreatif)  dan Kemenkop (Kementerian Koperasi dan UKM) baru-baru ini, secara tegas menyatakan, erupsi Gunung Sinabung tidak akan pernah meletus sedahsyat yang digembar-gemborkan di tengah-tengah masyarakat.

“Menurut Hendrasto, erupsi Gunung Sinabung tidak akan meledak secara dahsyat dan tidak akan menenggelamkan Tanah Karo. Tapi hanya erupsi berupa semburan awan panas disertai dengan larva pijar. Itupun jarak tempuhnya atau zona bahaya (merah) hanya berkisar radius 5 Km,” ujar anggota dewan Dapil X Karo, Dairi dan Pakpak Bharat sembari menyerukan kepada masyarakat untuk tidak percaya terhadap isu-isu yang menyesatkan dan meresahkan.

Berkaitan dengan itu, Layari meminta semua pihak terutama Pemkab Karo, Pemprovsu maupun BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk segera  meluruskan isu-isu miring yang sifatnya meresahkan dan hendaknya secara rutinitas menyampaikan informasi kepada masyarakat melalui media cetak maupun elektronik tentang kondisi Gunung Sinabung paling terkini, agar tidak menimbulkan rasa ketakutan bagi masyarakat Karo.

Namun Layari mengakui, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Sinabung M Hendrasto tidak dapat memastikan  kapan akan berakhir  erupsi Gunung Sinabung.

“Kita sudah mempertanyakan kapan erupsi itu berakhir, tapi dia (Hendrasto) tidak dapat memastikan dan hanya memprediksi, mungkin dalam waktu tidak lama,” ujar Layari menirukan penjelasan Hendrasto.

Segera Cairkan
Di bagian lain keterangannya, Layari Sinukaban mendesak Kepala BNPB H Syamsul Ma’arif segera mencairkan  dana sebesar Rp2,2 miliar kepada 31.739  jiwa atau 9.915 KK (kepala keluarga) pengungsi erupsi Gunung Sinabung Kabupaten Karo yang berada  di 42 posko penampungan, untuk digunakan sebagai pelatihan kerajinan tangan maupun kuliner, seperti yang telah dijanjikannya.

“Masyarakat sudah sangat membutuhkan dana tersebut untuk sebagai modal pelatihan kerajinan tangan maupun kuliner, agar para pengungsi bisa mandiri dan tidak tergantung  terus-menerus kepada bantuan pemerintah maupun pihak swasta, sebab masyarakat Karo pada umumnya sangat rajin dan tidak mau menyusahkan orang lain,” tegas Layari sembari meminta BNPB secepatnya merealisasikan janjinya.

Wakil Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut itu juga meminta Pemprovsu maupun Pemkab Karo untuk menyediakan lahan pertanian plus tempat tinggal para pengungsi, sesuai instruksi  Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) ketika mengunjungi para pengungsi, agar mereka bisa beraktifitas kembali menggairahkan perekonomiannya yang sudah terpuruk “diterjang” erupsi Sinabung.

6672 Siswa dan 477 Mahasiswa mendapat beasiswa
Secara simbolis, Menteri Pendidikan telah memberikan beasiswa kepada siswa keluarga pengungsi erupsi Sinabung, Jumat (7/2) kemarin. Sebanyak 6.672 siswa terdiri dari SD, SMP dan SMA sederajat serta 477 mahasiswa/i terdata sebagai penerima beasiswa dari pemerintah pusat. Para siswa akan mendapat bantuan secara langsung melalui rekeningnya masing-masing.

Demikian dikatakan Kadis Pendidikan Pemkab Karo, Sastra Tarigan kepada SIB di ruang kerjanya, Minggu (9/2).

Katanya, beasiswa untuk SD sebesar Rp1.000.000/tahun, SMP Rp1,5 juta/tahun, SMA Rp2 juta/tahun dan mahasiswa Rp2,1 juta/semester. Sedangkan jumlah siswa/mahasiswa yang menerima beasiswa tersebut,  SD sebanyak 3836 orang. SMP 2052 orang, SMA sederajat 784 orang dan mahasiswa 477 orang.

Ditanya soal kerusakan gedung sekolah akibat erupsi gunung Sinabung, pihaknya mengaku tidak ingat. Itu ditangani pihak Dikmen, Kuat Kaban. Bagaimana soal perbaikannya, itu diserahkan kepada pihak PU. Secara teknis, pihak PU yang menangani, ujar Tarigan.

Sementara ditanya soal sejumlah bangunan fisik yang ditampung dalam APBD Karo 2013 yang sampai saat ini tidak siap akibat erupsi Gunung Sinabung, Tarigan mengaku tidak  ingat, apakah sudah siap apa belum. Kalau belum siap, ya tentu tidak dibayarkan, ujarnya.

Sementara itu, dua hari sebelum erupsi Sinabung berupa awan panas yang mengakibatkan menelan sepuluhan korban jiwa (SIB, 1/2)  dipantau SIB bersama Wakil Ketua DPRD Karo, Ferianta Purba SE, Kamis (30/1) ditemui salah satu bangunan di SD Sukameriah, masih terbengkalai. (A4/BR2/f)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments