Senin, 21 Okt 2019
  • Home
  • Marsipature Hutanabe
  • Diduga Terlambat Dikerjakan, Pembangunan Jembatan Pangaloan Pahae Jae Rp 2,9 Miliar Terancam Terbengkalai

Diduga Terlambat Dikerjakan, Pembangunan Jembatan Pangaloan Pahae Jae Rp 2,9 Miliar Terancam Terbengkalai

admin Kamis, 19 September 2019 13:19 WIB
SIB/Anwar Lubis
TERANCAM TERBENGKALAI: Pembangunan Jembatan Pangaloan di Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Taput, terancam terbengkalai. Foto dipetik, Rabu (18/9).
Tapanuli Utara (SIB) -Pembangunan Jembatan Pangaloan di Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), terancam tidak selesai sesuai target. Pasalnya, proyek berbiaya Rp 2,9 miliar dari APBD Taput ini baru dikerjakan 2 minggu lalu padahal pelaksanaan kontrak dimulai Juni 2019 untuk bisa selesai 23 Desember 2019.

Pantauan SIB, Rabu (18/9) hingga berjalan hampir 4 bulan fondasi jembatan itu belum selesai dibangun. Bekas jembatan yang rusak masih melintang di tengah sungai dan bekas turap yang ambruk belum selesai dibersihkan.

Persoalan tidak sampai di situ. Jembatan Pangaloan yang merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Taput ini, juga tidak menyediakan akses sementara. Pihak pelaksana proyek, CV Nasution Sakti Perkasa tidak membuat akses jalan sementara sehingga warga terpaksa memutar arah.

"Iya, kelamaan itu dibangun jembatannya. Hampir 11 bulan didiamkan tidak dibangun. Sekarang sudah dibangun. Lelet juga sepertinya," kata A Sitompul warga sekitar saat diwawancarai SIB.

Lambatnya pengerjaan juga mendorong warga lain berkomentar. T Sitompul mengaku, pengerjaan jembatan tersebut lambat. "Masa 4 bulan setelah pelaksanaan kontrak baru ini dikerjakan. Itu kan sayang waktu, atau jangan-jangan ada persekongkolan jahat dalam proses tender ?" ucapnya seraya menyebut sepertinya pengerjaan jembatan itu tidak serius

Yang paling membuat warga kesal, katanya, tidak ada jalan sementara sehingga warga yang hendak menyeberang apalagi kendaraan roda dua dan roda empat harus memutar ke desa lain yang jaraknya jauh.

Menurutnya, Jembatan Pangaloan tersebut akses utama warga Desa Siopat Bahal menuju Sitoluompu, dan sebaliknya. Jembatan itu termasuk akses perekonomian warga Desa Siopat Bahal. Selama akses terputus akibat pembangunan jembatan, warga harus mencari jalan lain untuk menyeberang.

Sebagai bentuk protes, dalam waktu dekat warga akan mendatangi proyek jembatan tersebut sebab berdasarkan kontrak proyek jembatan itu harus selesai 23 Desember 2019. Warga khawatir jika pekerjaan bertele-tele, proyek jembatan tersebut tidak selesai pada waktunya.

"Ya, kalau begitu yang jadi korban warga, akses transportasinya jadi terganggu harus memutar haluan dan cost lebih mahal," keluhnya.

Beredar informasi keterlambatan pengerjaan jembatan akibat dalam proses tender digugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan oleh salahsatu perusahaan yang kalah dan hingga sekarang putusan belum ada.

Kepala Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pokja Barang dan Jasa Taput, Dalan Simanjuntak ketika dihubungi melalui selulernya membenarkan, hasil lelang proyek sedang dalam proses gugatan ke PTUN Medan dan putusan pengadilan belum ada.

Meski begitu, lanjutnya, pengerjaan proyek jembatan tetap dilanjutkan dengan alasan warga sangat membutuhkan pembangunan jembatan. "Mana mungkin dihentikan pengerjaannya, lagian perusahaan yang kalah pun menggugat tidak melakukan banding pada saat lelang berlangsung," ucapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PUPR Taput R Nainggolan ketika dikomfirmasi mengatakan, pengerjaan proyek tersebut baru dikerjakan setelah pelaksanaan kontrak dan pengerjaan sedang berlangsung.

Sementara pemerhati pembangunan, C Simanjuntak mengatakan, proyek Jembatan Pangaloan hanya bisa dilakukan ketika sudah ada putusan dari pengadilan. "Perkaranya belum putus, kenapa proyek tidak dihentikan. Ya terlepas jembatan merupakan kebutuhan warga, namun kita wajib menghormati hukum dan kalau pembangunan terus berlanjut maka patut dicurigai adanya persekongkolan," tuturnya.

Ia berharap, penegak hukum mengusut tuntas meski pembuktiannya sulit karena sistem administrasi dari pemberi dan penerima pekerjaan sangat rapi. (G01/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments